PEMIMPIN IDEAL UNTUK DAERAH

Gaung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan serentak Februari 2017 mulai terngiang di media. Memberi sebuah pertanyaan besar, sudahkah rakyat mengetahui pemimpin seperti apakah yang ideal untuk mengelola daerahnya? Apa yang menjadi dasar seseorang memilih salah satu kandidat dan menyerahkan amanah kepemimpinan itu padanya? Dan adakah semua kriteria pemimpin ideal itu dalam diri para calon kepala daerah nanti?

Masing-masing pertanyaan di atas tidaklah mudah menjawabnya. Sebagai pribadi, saya hanya bisa berkontemplasi ke dalam diri dan berusaha merumuskan, seperti apa sebenarnya kriteria pemimpin ideal untuk daerah bagi saya?

  1. Taat pada Tuhan

Mungkin terlalu klise. Namun inilah syarat utama seorang pemimpin sesungguhnya. Ketaatannya pada Tuhan memberikan kontrol diri yang kuat. Karena dia tidak akan berani berbuat buruk walaupun sendirian dan tidak ada seorang pun yang tahu.

Jika Tuhan yang selama ini memberinya hidup dan segala kemampuan hingga dia bisa memimpin suatu daerah saja dia khianati, apa yang bisa menahannya mengkhianati rakyat yang tidak terlalu besar memberi kontribusi dalam hidupnya dibanding yang telah Tuhan berikan padanya?

  1. Menganggap Jabatan Sebagai Amanah

Pemimpin yang baik akan memahami bahwa jabatan adalah amanah. Bukan hadiah, apalagi lahan basah untuk meraih keuntungan duniawi. Memahami jabatan sebagai sebuah amanah/tanggung jawab membuatnya dia tidak akan mengemis, merayu dan menipu rakyat untuk mendapatkannya. Karena memperoleh amanah sejatinya menambah beban pertanggungjawaban yang teramat berat atas kehidupan seluruh manusia di daerahnya. Namun jika tanggung jawab itu telah dipercayakan di atasnya, maka ia berusaha memikul dan menjalankan dengan sebaik-baiknya. Agar dia mampu memaparkan dalam sidang pertanggungjawaban, apa saja yang telah dia lakukan selama menjabat sebagai pemimpin daerah. Baik di hadapan rakyatnya, terlebih di hadapan Tuhannya.

Jika ada pendapat, saran atau kritikan atas kebijakan dan kepemimpinannya, maka dia akan menerimanya sebagai perbaikan atas segala upayanya untuk lebih bertanggung jawab. Tanpa terlalu banyak mencari alasan dan menyalahkan pihak lain. Karena sejatinya, segala kesalahan yang terjadi di daerah yang dipimpinnya adalah tanggung jawabnya juga, walau itu bukan hasil perbuatan langsung dari tangannya.

  1.    Mencintai dan Dicintai Rakyatnya

Pemimpin dan rakyat adalah sebuah bentuk hubungan antarmanusia. Di dalamnya tidak hanya melibatkan kesamaan pemikiran dan cita-cita, namun juga kesatuan perasaan. Memilih seseorang sebagai pemimpin karena telah diidolakan oleh kebanyakan rakyatnya adalah sebuah modal yang baik untuk mulai menata urusan bersama. Namun, adakalanya sosok yang memiliki kapasitas yang baik itu belum terlalu dikenal rakyatnya atau bahkan mendapat banyak prasangka buruk dari mereka. Kemampuan untuk membuktikan diri, bekerja dengan cinta dan meraih setiap hati orang-orang yang dipimpinnya adalah sebuah bekal berharga dalam membina kekuatan bersama rakyat menuju perbaikan daerah.

  1. Mengenal Potensi dan Masalah Daerahnya

Setiap daerah memiliki potensi dan permasalahannya masing-masing. Butuh kejelian dan kecerdikan seorang pemimpin untuk dapat menangkap dan merumuskannya. Termasuk juga mengenali sumber daya manusia yang tersedia di daerahnya, mampu menempatkan orang pada posisi yang tepat sesuai kapasitasnya dan menggalang kerjasama yang baik diantara mereka untuk bersama dibawa pada tujuan yang akan dicapai dalam membangun daerahnya. Mengelola sumber daya manusia jauh lebih sulit daripada mengelola sumber daya alam karena berhadapan dengan pikiran, perasaan, kepentingan dan pengalaman yang berbeda-beda yang harus dapat dirangkul bersama dalam sebuah visi kepemimpinan.

  1. Bekerja Bersama Rakyat

Pemimpin ideal bukanlah yang sekadar main perintah. Sebagaimana slogan dari guru besar Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Pemimpin haruslah mampu menjadi teladan dan menjadi orang pertama di barisan depan dalam menjalankan programnya. Mampu melebur di tengah masyarakat untuk mendidik dan menularkan visinya serta mendorong segala potensi rakyat agar bersemangat untuk terus bergerak beriringan mensukseskan misi pembangunan.

  1. Membuka Kran Komunikasi Selebar-Lebarnya

Hubungan pemimpin dan rakyatnya bukanlah hubungan satu arah, melainkan hubungan timbal-balik. Dimana pemimpin berusaha menyampaikan visi dan misinya dalam membangun daerah, kemudian menetapkan sejumlah kebijakan untuk mengawal program-program pembangunannya agar berhasil. Pun, rakyat secara aktif terus belajar, menyampaikan pendapat dan kebutuhannya serta mengawasi jalannya pemerintahan agar semua program pembangunan ini tepat sasaran.

  1. Bekerjasama Dengan Daerah Lain

Sepertinya belum banyak pemimpin daerah yang memikirkan alternatif membina hubungan dengan daerah lain sebagai sebuah solusi atas permasalahannya maupun permasalahan daerah lain. Membuka diri untuk bersama-sama mengatasi masalah dengan daerah lain adalah wujud kecerdasan politik praktis, sosial dan kepribadian yang berintegritas dalam diri seorang pemimpin.

– See more at: http://siperubahan.com/read/2895/PEMIMPIN-DAERAH-SEPERTI-INI-DIMANA-KUCARI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s