[Review] Mewarisi Sensualitas Roro Mendut, Budaya Cantik Indonesia

Aih, gemasnya sore-sore mendapat paket nan kenes. Berbungkus warna ungu menyala dengan gambar seorang perempuan cantik berdandan khas Jawa. Rupanya paket dari Roro Mendut Organik. Tak sabar rasanya ingin segera melihat isinya. Kira-kira, aku mendapat paket produk Roro Mendut Traditional Beauty yang mana, ya?

Tara…! Melihat kotak kemasan paket Roro Mendut, ternyata tak kalah manisnya. Warnanya merupakan perpaduan antara merah merah muda, ungu dan kuning keemasan. Warna yang cantik, kan? Dan yang lebih membuat hati berbunga-bunga adalah tulisan di bagian atas kotak yang berbunyi, “Roro Mendut Loves You, Enjoy The Happiness.” Wiii… Jadi makin penasaran, seperti apa sih sensasi menggunakan produk yang satu ini? Di salah satu sisi sampingnya, terdapat gambar bangunan dan kendaraan klasik tempo dulu. Sedangkan di sisi samping lainnya, tertulis cuplikan kisah Roro Mendut dalam Bahasa Inggris.

Ya, Roro Mendut Traditional Beauty memang terinspirasi oleh kecantikan dan sensualitas Roro Mendut. Seorang perempuan di masa Kesultanan Mataram yang memikat hati para lelaki, mulai dari kalangan bawah hingga raja dan bangsawan.

Roro Mendut Traditional Beauty merupakan jamu dalam bentuk rangkaian produk perawatan kecantikan spa tradisional khas Keraton Mataram, Yogyakarta. Diformulasikan dari ramuan resep jamu yang digunakan untuk ritual kecantikan tradisional Keraton Mataram Yogyakarta. Memanfaatkan penggunaan dedaunan, akar-akar, biji-bijian dan rempah-rempah yang khasiatnya telah terbukti secara ilmiah oleh dermatologis bermanfaat bagi perawatan kecantikan.Setelah kukeluarkan isi kotaknya, ternyata aku mendapatkan Paket Whitening yang terdiri dari: 2 bungkus Lulur Rempah Hitam Whitening, 3 bungkus Masker Rempah Hitam Whitening dan sebuah brosur. Sedangkan daftar produk Roro Mendut yang lainnya bisa dilihat pada bagian belakang kotak kemasan.

Setiap produk dikemas dengan cantik menggunakan boks berbentuk bantal yang terbuat dari kertas cukup tebal. Desainnya mewah sekali, ya. Perpaduan warna krem dan coklat dengan hiasan ulir berwarna emas berkilau di salah satu sudut atas dan bawah bagian depan.

Kemasan kedua produk ini tampak sangat mirip. Yang membedakan adalah tulisan “Lulur” dan “Masker” serta gambar yang termuat dalam salah satu helai daun yang tiga itu di tengah itu. Komposisi bahan dan manfaatnya pun tertulis mirip. Yaitu: beras hitam, rempah hitam, bubuk kopi, teh hitam dan rumput laut. Selain informasi tentang manfaat dan komposisi produk, di bagian belakang kemasan juga tertera cara pakainya.

Pada salah satu sisi sampingnya terdapat info produsen. Sedang sisi samping lainnya memuat tanda bahwa produk ini ramah lingkungan, bahan-bahannya hanya dari tumbuh-tumbuhan, tidak menggunakan hewan sebagai media percobaan, halal, asli buatan Indonesia serta tercantum pula info tanggal kadaluarsa. Bagian atasnya tersegel dengan stiker emas berhologram yang menampilkan motif sarang lebah jika dibuka.

Memang kita tidak perlu ragu lagi dengan kualitas produk Roro Mendut ini. Karena semua produk Roro Mendut telah ternotifikasi di BPOM dan diproses dengan standar CGMP. Sehingga sangat higienis dan berkualitas. Bahan baku Roro Mendut, berasal dari hasil pertanian dan perkebunan Indonesia. Karena sangat alami dan lembut, produk kecantikan ini aman digunakan untuk ibu hamil, menyusui dan bahkan untuk baby spa, lho.

Dan saat kubuka boksnya, ternyata produk ini masih terbungkus lagi dengan rapi dalam sebuah kantong aluminium tebal. Benar-benar meyakinkan deh, bahwa isinya pasti terjaga kesegaran dan higienitasnya. Kantong ini bermotif aneka rempah khas Indonesia yang sangat atraktif bentuk, warna dan komposisinya. Suka suka suka… Tapi sempat ragu juga sih, melihat berbagai bahan yang tergambar di sana. Bunga lawang, pala, kayu manis, cengkeh… Wah, jangan-jangan produk ini baunya seperti gulai? Hihihi…

Walaupun tertutup rapat, namun mudah sekali cara membukanya, lho. Karena di bagian atas bungkusnya disediakan lekukan yang langsung bisa kita sobek dengan mudah tanpa gunting. Dan setelah terbuka, kita tidak perlu kawatir isinya tercemar. Karena ada ziplock-nya, kok.

Duh, sebegitunya ya Roro Mendut ini menghias dan memaksimalkan fungsi kemasannya. Dari cara mengemasnya saja, aura cinta Roro Mendut ini sudah terpancar, ya. Kita sebagai konsumen jadi terasa dimanjakan karena seperti mendapat bingkisan kado spesial.

Nah, sekarang, kita mengenal lebih dekat yuk, tentang kedua produk ini!

Lulur Rempah Hitam Whitening (BPOM NA18160701512)

Lulur ini dapat digunakan untuk wajah dan badan. Satu kemasan berisi 40 gram yang dapat digunakan untuk 1x perawatan tubuh atau 3x perawatan wajah. Lulur ini berfungsi untuk eksfoliasi sel kulit mati, mengangkat kotoran, daki dan juga komedo, mengatasi kulit kusam, membersihkan noda bekas jerawat dan meratakan warna kulit. Jika dipakai secara rutin 2x seminggu, kulit kita akan menjadi lebih putih, bersih dan halus.

Dan akhirnya aku bisa bernafas lega, karena ternyata bau yang merebak dari dalam bungkus produk ini bukan bau gulai atau kari, kok. Hehehe… Namun benar-benar bau beras hitam, kopi, teh dan rempah-rempah yang dapat aku kenali dengan jelas setiap jejak aromanya.

Cara menggunakannya mudah saja, ya:

  1. campurkan lulur bubuk dengan sedikit air hingga mengental
  2. usapkan campuran tersebut merata ke seluruh wajah dan atau tubuh
  3. pijat perlahan dengan gerakan memutar
  4. bilas hingga bersih

Untuk produk lulur hitamnya, menurutku bau yang paling dominan adalah wangi kopi dan rempah-rempah. Hal ini juga bisa dilihat dari warna produknya apalagi setelah dicampur dengan air. Saat memakai, akan terasa ada butiran-butiran kasar di dalamnya.

Dan setelah dibilas? Yang pasti wajahku terasa lebih bersih dan segar, ya. Namun yang paling menakjubkan adalah: semua komedoku rontok! Hidungku benar-benar mulus dan licin.

 Masker Rempah Hitam Whitening (BPOM NA18160200751)

Setelah kulit dibersihkan oleh lulur, selanjutnya kita disarankan untuk menggunakan maskernya. Masker ini juga dapat digunakan untuk wajah dan tubuh sebagaimana lulur di atas dengan jumlah pemakaian yang sama, yaitu sebungkus untuk 1x perawatan tubuh atau 3x perawatan wajah. Digunakan 2x seminggu.

Bahan-bahannya pun mirip dengan lulur. Mengandung nutrisi pencerah kulit alami, mengoptimalkan regenerasi sel, menutrisi kulit, menghaluskan permukaan kulit, menghilangkan noda hitam bekas jerawat, mengencangkan kulit dan merapatkan pori-pori. Kalau bahannya sama, mengapa harus ditambahi dengan masker, ya? Eit! Coba dulu biar tahu alasannya.

Cara pakainya:

  1. campurkan masker dengan sedikit air hingga mengental
  2. oleskan merata ke seluruh wajah dan atau tubuh
  3. tunggu 15-20 menit atau hingga seluruh bagian mengering
  4. bilas hingga bersih

Nah, kalau yang masker ini, menurutku bau yang lebih dominan adalah harumnya beras hitam, ketenangan aroma teh dengan sedikit sensasi kopi dan rempah-rempah di baliknya. Dari warnanya pun, tampak lebih muda ya daripada lulurnya. Aromanya ini benar-benar memberi efek relaksasi. Sehingga nyaman sekali dikenakan selama bermenit-menit sambil menunggu hingga kering. Teksturnya pun lebih lembut tanpa butiran kasar sehingga lebih mudah diaplikasikan pada kulit.

Saat kering, masker ini akan mulai terasa kaku dan berwarna terang. Jika seluruh masker di wajah telah memucat warnanya, baru dibilas. Hasilnya? Amazing! Kulitku tampak lebih cerah, bercahaya, lembab, kenyal dan kencang!Whitehead dan blackhead menjadi tersamar serta pori-pori pun mengecil sehingga wajah tampak lebih halus merata. Pokoknya, tidak perlu lagi memakai aneka produk make up dasar seperti BB Cream, foundation atau pun bedak. Toh, hasilnya sudah sama.

Hasil ini sudah bisa kita dapatkan sejak pemakaian pertama. Namun dengan pemakaian rutin selanjutnya, hasilnya pun menjadi semakin nyata. Jadi tahu deh, mengapa harus memakai masker ini setelah memakai lulur. Walaupun bahannya sama, namun ternyata memang formula dan fungsi masing-masing berbeda, ya.

Dan ini dia perbandingan kondisi kulit wajahku sebelum dan sesudah seminggu alias 2x pemakaian kedua produk ini:

Bagaimana? Anda tertarik untuk mencobanya? Produk ini bisa didapat dengan harga Rp. 140.000 per paket. Tiap paketnya berisi 5 produk dengan harga Rp 28.000 per produknya.Anda bisa membelinya secara online di Website dan Instagram resmi Roro Mendut. Roro Mendut juga menjadi oleh-oleh khas Yogyakarta, sehingga Anda juga bisa menjumpainya di Mirota Batik Malioboro serta Toko Oleh-Oleh Yogyakarta.

Atau Anda tertarik untuk menjadi salah satu agennya, silakan kunjungi situs dan Instagram resmi Roro Mendut, ya. Karena selain aneka produk lulur dan masker seperti yang sudah disebutkan pada kotak paket di atas, Roro Mendut juga masih memiliki produk-produk lain, yaitu: Mangir Manten Keraton dan Ratus-V Celup Instant Keraton yang masing-masingnya seharga Rp 35.000 serta Serum Facial Treatment oil senilai Rp 130.000. Semuanya dapat memberikan Anda keuntungan yang menarik dalam Program Partnership Roro Mendut.

Mewarisi Sensualitas Roro Mendut Sebagai Budaya Cantik Indonesia dalam dirimu, bukan lagi impian.

Advertisements

2 thoughts on “[Review] Mewarisi Sensualitas Roro Mendut, Budaya Cantik Indonesia

  1. Bagus ya urutannya, lulur dulu supaya bersih baru maskeran. Saya jadi tertarik pengen coba, apalagi bentuknya bubuk kering pasti lebih tahan lama.
    Produk-produk perawatan kulit warisan budaya Indonesia yang seperti ini nih ya patut kita dukung terus supaya mendunia 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s