Ayam Dingin Segar, Pilihan untuk Sajian Sehat Lezat

“Nah, ini tempat membeli berbagai macam daging,” jelas salah satu pegawai supermarket yang memandu saat itu. Di depannya, berjajar lemari pendingin berisi aneka daging dalam berbagai bentuk potongan yang siap diolah.

“Siapa yang suka ayam?” tanyanya lagi.

“Saya!” sahut anak-anak antusias.

“Wah, wah! Sepertinya semua suka ayam, ya? Memang ayam ini merupakan salah satu menu favorit bagi kita semua.”

Demikianlah sekelumit keceriaan acara minggu lalu. Kami sekeluarga berkesempatan mengikuti Kumpul Bocah dengan tema Market Day yang diadakan sebuah komunitas sekolah rumah. Seru sekali kegiatannya. Mulai dari mempelajari adab masuk pasar, cara membedakan kebutuhan dan keinginan, cara berbelanja yang bijak, cara memilih produk yang baik, cara membayar dan menghitung uang kembalian, bahkan mewawancarai para pegawai supermarket untuk mengetahui lebih dalam tugas dan aktivitasnya dalam mengurus supermarket.

Bicara tentang daging ayam, wajar memang jika banyak yang suka, ya. Selain mudah didapat, harganya relatif murah dibandingkan daging sapi, domba atau kambing. Teksturnya yang empuk, rasanya yang gurih serta kandungan lemaknya juga lebih rendah sehingga sering menjadi pilihan bagi yang sedang berdiet.

Untuk menghidangkan sajian daging ayam yang sehat dan lezat, kita harus selalu memastikan bahwa daging ayam yang kita olah masih dalam keadaan segar dan higienis. Bagaimana cara mengetahui kesegaran daging ayam? Ini ciri-cirinya:

Memang sangat disarankan untuk membeli daging ayam sesuai kebutuhan saja jumlahnya. Segera olah sebelum batas akhir masa simpan, agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga. Memangnya kapan sih, batas akhir masa simpan daging ayam?

Daging ayam masih terjaga kesegarannya selama 4 jam setelah dipotong. Karenanya, jika daging ayam tidak segera dimasak dalam jangka waktu tersebut, maka daging ayam harus didinginkan. Daging ayam yang didinginkan paling lambat 4 jam setelah dipotong akan dapat bertahan selama 1-2 hari. Untuk kesegaran yang lebih lama, daging ayam dapat dibekukan sehingga bisa bertahan selama 6 bulan.

Bicara tentang pendinginan, aku jadi teringat dengan celetukan kakakku, “Farida ini semuanya serba di kulkas. Sampai beras pun masuk kulkas.” Hehehe… Saat itu memang kasusnya cuaca sedang sangat ideal bagi para semut dan kutu beras berkumpul di dalamnya. Jadi aku amankan saja berasku di dalam kulkas. Karena yang aku tahu, kulkas adalah senjata andalan para ibu untuk menjaga kesegaran dan higienitas bahan pangan.

Tahu sendiri, dong bahwa bakteri ada di mana-mana. Apalagi di daerah tropis yang bersuhu hangat seperti ini. Karena bakteri akan berkembang biak pada suhu 4° – 60° Celcius. Termasuk pada makanan mentah seperti daging ayam. Wow! itu adalah makanan empuk bagi para bakteri.

Sejak disembelih hingga dijajakan, berbagai kontak daging ayam dengan tangan, alat pemotong maupun udara sekitar sangat berpotensi menempelkan bakteri ke daging ayam. Apalagi jika dijajakannya pada udara terbuka selama lebih dari 4 jam. Terbayang ya, sudah berapa banyak bakteri yang terkandung di dalam daging ayam itu karena mendapat lahan subur untuk berkembang biak.

Aku sendiri bersyukur karena sejak menikah selalu tinggal di tempat yang tidak sulit menemukan ayam segar. Baik di pasar tradisional maupun di rumah unggas. Tak jarang, diantaranya bahkan kita bisa melihat sendiri prosesnya sejak disembelih hingga dipotong sesuai kebutuhan. Yang tentunya memakan waktu kurang dari 4 jam hingga aku memasaknya. Kalau pun tidak untuk langsung dimasak, maka bisa disimpan di kulkas untuk diolah kemudian. Jadi, sebenarnya mudah kok, mendapatkan daging ayam segar itu.

Namun, memang tidak dapat dipungkiri, tidak semua penjual daging ayam memperhatikan dan menjaga kesegaran dagangannya. Sebab itu, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian sangat gencar menyarankan agar kita hati-hati dalam memilih daging ayam dan merekomendasikan Ayam Dingin Segar sebagai pilihan untuk dikonsumsi.

Ayam Dingin Segar adalah daging ayam yang diolah dalam sistem rantai dingin. Daging ayam dijaga selalu berada dalam suhu dingin di bawah 4° Celcius sejak disembelih, dibersihkan, dipotong, dikemas, diangkut, dijajakan hingga sampai ke tangan konsumen. Diusahakan agar rantai dingin tidak putus. Karena dalam suhu dingin ini, walaupun bakteri memang tidak mati, namun juga tidak mampu berkembang biak.

Ayam Dingin Segar bisa didapatkan tidak hanya di supermarket seperti tempat belajar anak-anak di atas, lho. Di rumah unggas, pasar tradisional atau kios mana pun yang menjual daging ayam bisa saja menyediakan Ayam Dingin Segar. Selama kondisi daging ayam tetap terjaga prosesnya dalam suhu dingin dan tidak terputus rantai dinginnya.

Jadi, jelas ya bahwa Ayam Dingin Segar memiliki banyak keunggulan dibanding daging ayam yang diproses dengan cara konvensional. Keunggulan utamanya adalah segar, praktis dan serbaguna.

Segar

Karena diproses dalam suhu dingin sehingga kesegaran warna, rasa, aroma dan teksturnya tetap terjaga dari kerusakan akibat bakteri yang membandel.

Praktis

Ayam Dingin Segar bisa disimpan dan diolah kapan pun tanpa perlu tergesa-gesa karena kawatir basi. Apalagi selama bulan puasa begini. Cara praktis untuk menghidangkan sajian lezat tentu yang paling dicari.

Serbaguna

Ayam Dingin Segar terjaga kualitasnya sehingga kita bebas mengolahnya menjadi masakan apa saja. Biasa dijual dalam bentuk utuh maupun potongan, sehingga kita tinggal memilih sesuai keperluan. Bagian dada dan paha bisa dimasak menjadi opor. Sedangkan yang berbentuk potongan-potongan kecil dapat disulap menjadi soto. Menu buka puasa pun tersaji dengan sehat dan nikmat.

Selain itu, Ayam Dingin Segar juga memiliki keunggulan lain, yaitu:

Enak

Karena proses pendinginan dan pembekuan tidak mempengaruhi rasa, maka kelezatan hasil olahan Ayam Dingin Segar tak berbeda dengan daging ayam hangat.

Hemat

Ayam Dingin Segar bisa disimpan dan diolah kapan saja. Sehingga kita bisa berbelanja pada hari yang luang dan mengolahnya sesuai jadwal. Selain itu, juga menghemat frekuensi belanja kita. Kita bisa membeli Ayam Dingin Segar untuk persediaan seminggu sekaligus, misalnya, dengan menyimpannya terlebih dulu dalam lemari beku sebelum diolah.

Kandungan Gizi Terjaga

Kandungan gizi yang dimiliki Ayam Dingin Segar tidak berbeda dari ayam hangat. Kadar protein, vitamin (B2 dan B6), mineral (tembaga, fosfor, dan selenium), dll tetap terjaga dalam proses pendinginan atau pembekuan.

Nah, bagaimana? Sudah punya ancang-ancang akan berburu Ayam Dingin Segar di mana hari ini?

Referensi:

  1. https://ayamdinginsegar.com/apa-itu-ayam-dingin-segar/
  2. https://ayamdinginsegar.com/tips/memilih-daging-ayam-2/
  3. https://ayamdinginsegar.com/frequently-asked-questions/
Advertisements

3 thoughts on “Ayam Dingin Segar, Pilihan untuk Sajian Sehat Lezat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s