Brunei Darussalam, Our Next Dream Destination

block_1

Daffa: Coba sekarang negara mana yang kaya di dunia ini?
Umi: Mmm… Brunai?
Daffa: Hah? Dimana itu? (Ambil globe) Hah? Ini dekat dengan Indonesia! Mana mana, aku mau tahu soal Brunai! (googling)

Saking fenomenalnya, percakapan ini pernah aku jadikan status di Facebook. Itulah awalnya nama Brunei Darussalam menjadi trending topic di rumah kami. Sejak itu, anak-anak pun merengek meminta ke Brunei. Mereka kagum dengan kemakmuran, ketenangan sekaligus keindahannya.

Brunei adalah negara mungil seluas sebuah kabupaten di Indonesia yaitu 5,765 km persegi. Penduduknya pun tidak terlalu padat, sekitar 400.000 orang. Dengan wilayah sekecil ini, lokasi tiap tempat jadi terasa dekat. Apalagi rata-rata setiap penduduk Brunei memiliki mobil pribadi yang bagus, sehingga mereka mudah menuju ke mana saja. Jalanan terasa lega dan jarang sekali macet. Suasananya sehari-hari pun begitu tenang. Bahkan di malam hari, tidak ada aktivitas berarti. Toko-toko sudah tutup pukul 9-10 malam. Umumnya warga Brunei memang lebih suka menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga selepas beraktivitas di luar daripada menikmati kehidupan malam.

Memang, Brunei adalah sebuah negeri yang mempesona. Walau gaung pariwisatanya tidak terlalu gencar, namun di situlah justru letak keistimewaannya. Kita akan dapat menikmati seluk-beluk negeri ini dengan damai tanpa banyak mengalami antrian panjang atau kemacetan. Brunei memang sengaja tidak menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber penghasilan andalannya demi menjaga kelestarian budaya agar tidak tercampur.dengan budaya asing yang mau tidak mau harus dilakukan penyesuaian demi menyediakan fasilitas yang menarik para wisatawan mancanegara.

Jadi, jika Anda termasuk orang yang suka melancong dalam suasana tenang, damai, asri dan asli, Brunei adalah pilihan yang tepat. Aku sendiri tak perlu kawatir bosan atau merasa kesepian di sana, karena ke mana-mana aku pasti membawa 5 pasukan kecilku yang sudah cukup menggemparkan hari-hariku. Hihihi… Ya, kali… Kalau ada uangnya.

Memangnya ada gitu, yang bisa dilihat di Brunei? Idih, banyak dong… Brunei ini terkenal dengan bangunan-bangunannya yang megah, memiliki desa air terbesar di dunia, penjagaan ilmu pengetahuan dalam bentuk museum, taman-taman kota yang asri, banyaknya hutan reservasi, kuliner yang lezat dan penduduk yang sopan serta ramah.

Kita juga tidak akan mengalami kendala yang berarti dalam hal selera makanan, budaya dan bahasa karena masih berasal dari satu rumpun yang sama yaitu Melayu. Apalagi banyak juga orang Indonesia yang hidup di sana. Pokoknya aku membayangkannya home sweet home, deh.

Ternyata, saat paling tepat untuk mengunjungi Brunei adalah di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Mengapa? Selain kita akan mendapatkan suasana yang berbeda dalam menikmati puasa dan merayakan hari raya di negeri orang, alasan terbaiknya adalah istana kerajaan Brunei selalu mengadakan open house tiap tanggal 2-4 Syawal. Sebuah momen langka yang patut dikejar setahun sekali.

Karena itu, aku akan menyusun itinerary selama 3 hari mulai dari hari puasa terakhir hingga Hari Raya Idul Fitri kedua. Dan ini dia susunan itinerary khayalanku hasil dari membaca sana-sini. Sambil menunggu rejeki ngumpul, siapa tahu bisa kesampaian. Jika ada kekurangan, aku sangat berterimakasih lho, atas masukannya.

Sehari Sebelum Idul Fitri

Aku akan memilih penginapan yang dekat dengan terminal bus di pusat kota agar mudah ke mana-mana. Sepertinya bus adalah sarana transportasi umum yang paling murah di sini, jauh-dekat tarifnya 1 dolar Brunei. Bus di pusat kota hanya akan berhenti di tiap halte dengan tepat waktu setiap 15 menit sekali. Posisi keberangkatan di peta dimulai dari tanda kuning, ya. Itu adalah posisi terminal bus.

block_2block_3Taman Rekreasi Tasek Lama

Sumber: tripadvisor.com
Sumber: tripadvisor.com

Perjalanan hari pertama ini akan aku mulai pada pukul 6 pagi, karena inilah waktu dimulainya bus beroperasi hingga pukul 6 sore. Tujuan pertamaku adalah Taman Rekreasi Tasek Lama, karena tempat ini sudah buka sejak jam 6 pagi. Ada apa di sini?

Taman Peranginan Tasek Lama adalah salah satu sumber mata air yang memenuhi kebutuhan dari setengah masyarakat negara Brunei Darussalam. Taman ini memiliki air terjun dengan daya tarik alam yang masih murni dan asri. Selain itu juga ada sungai kecil yang cantik dan tidak terlalu dalam sehingga aman untuk anak.

Di sini kita bisa melakukan jogging dan jalan-jalan refleksi. Karena terdapat jalur dengan bebatuan koral yang disusun secara acak dengan tekanan maksimum ke kaki. Juga disediakan dinding panjat setinggi 4 gedung yang tersusun dari batu bagi yang ingin berolahraga wall climbing. Aktivitas lain yang tak kalah menariknya adalah mendaki bukit. Jalurnya dimulai dengan beberapa tingkat tangga semen dan berlanjut dengan menyusuri jalan di hutan selama 1 jam. Kita akan melihat kecantikan seluruh kota Bandar Seri Begawan begitu sampai di puncaknya.

Pusat Sejarah Brunei

Sumber: mountainsnbeyond.com

Berhubung rata-rata museum di Brunei akan tutup pada hari libur, maka aku usahakan untuk bisa mengunjungi berbagai museum di pusat kota pada hari akhir puasa ini.

Dimulai dengan lebih mengetahui detil sejarah Brunei dengan mengunjungi Pusat Sejarah Brunei yang sudah buka pada pukul 8 pagi. Museum ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 20 menit dari arah Tasek Lama. Tak jauh dari museum ini juga terdapat kantor pos besar dan Museum Prangko.

Royal Regalia

royal-regalia-tripadvisor
Sumber: tripadvisor.com

Disebut juga Bangunan Alat Kebesaran Diraja, tempat disimpannya berbagai benda berharga milik kerajaan, seperti: harta karun, kereta emas kerajaan, mahkota, perlengkapan pasukan dan gudang senjata. Bangunan ini terletak tepat di sebelah Pusat Sejarah Brunei.

Sayangnya, kita hanya boleh mengambil foto di area pintu masuk saja, sedangkan di dalam nanti cukup ternganga melihat keindahan koleksinya. Hehehe… Di sini juga dijual cinderamata khas Brunei yang konon lebih murah dibanding tempat lain. Jadi, sekalian beli buat kenang-kenangan, deh.

Kampung Ayer

water-village-borneoadventure
Sumber: borneoadventure.com

Kampung Ayer adalah sebuah desa prasejarah yang dibangun di atas panggung kayu dengan Sungai Brunei yang bersih di bawahnya. Ini adalah desa air terbesar di dunia sepanjang 36 km dan sering disebut sebagai ‘Venesia dari Timur. Kampung ini dapat dicapai menggunakan taksi air dan sampan. Jika beruntung, di sepanjang perjalanan kita juga dapat menemukan bekantan, monyet berhidung besar seperti maskot Dunia Fantasi.

Walaupun tampak sederhana, namun sebenarnya kampung ini memiliki fasilitas yang lengkap, lho. Ada sekolah berbagai jenjang pendidikan, masjid, gelanggang olahraga, rumah sakit, toko kelontong, restoran, layanan darurat, satelit dan bahkan wifi. Limbah rumah tangga dibuang melalui pipa-pipa besar yang tertanam di dasar sungai menuju muara. Di kampung ini juga terdapat galeri mini yang berisi berbagai macam koleksi benda dan sejarah Kampung Ayer.

Selain melihat-lihat, kita juga bisa berinteraksi langsung dengan penduduknya. Bahkan, ada diantaranya yang rumahnya sering digunakan untuk menyambut pelancong. Di sini, kita bisa melihat lebih dekat dekorasi rumah nan klasik dengan hiasan khas Brunei, gramafon tua, foto-foto sultan bahkan miniatur singgasana untuk berfoto.

Arts and Handicrafts Centre

Sumber: tripadvisor.com

Wah, ini salah satu kegiatan favoritku, melihat-lihat hasil kerajinan. Bangunan megah ini berisi berbagai macam kerajinan tradisional Brunei yang ditata dengan apik dan dapat dibeli. Mulai dari kerajinan kain, batik, tembaga, perak dan emas.

Museum Maritim

Sumber: tripadvisor.com
Sumber: tripadvisor.com

Dan selanjutnya, kita meluncur ke Jalan Kota Batu. Di sana terdapat Museum Maritim untuk mendapatkan wawasan tentang berbagai model perahu serta berbagai hal di bidang perkapalan.

Museum Teknologi Melayu

Sumber: tripadvisor.com
Sumber: tripadvisor.com

Ah, museum lain yang sangat membuat penasaran. Di sini, kita bisa membayangkan bagaimana kehidupan Melayu dahulu kala. Dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit menggunakan bus ungu nomor 39 jurusan Muara.

Di lobi utama, kita akan disambut dengan deretan baju adat dan kain tenun khas Brunei yang cantik. Mulai dari baju rakyat, baju keluarga kerajaan, baju pangeran, sampai baju yang dipakai sultan.

Museum ini terbagi dalam 3 ruang utama, yaitu:

  • Ruangan yang berisi diorama miniatur rumah-rumah di kampung air pada akhir abad ke 19 dan awal abad 20

  • Ruangan yang berisi diorama miniatur aktivitas warga Kampung Ayer jaman dulu seperti bercocok tanam membuat perahu, menenun, menjala ikan, membuat atap rumah, serta membuat aneka kerajinan dari emas, besi dan perak dengan menggunakan alat yang sederhana

  • Ruangan yang berisi diorama miniatur rumah dan aktivitas masyarakat yang tinggal di daratan, seperti suku Kadayan Dusun dan Dayak yang lain.

Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah

Sumber: tripadvisor.com
Sumber: tripadvisor.com

Meskipun namanya yayasan, namun sebenarnya ini adalah mal terbesar di Brunei. Sudah lelah belajar dari pagi, boleh lah, cuci mata di sini.

Masjid Jame ’Asr Hassanil Bolkiah

Sumber: en.wikipedia.org

Selanjutnya, shalat Ashar di masjid yang memiliki 29 kubah berlapis emas! Gaya arsitekturnya merupakan perpaduan Timur Tengah, Maroko dan Persia. Dihiasi dengan air mancur di luar dan di dalam masjid, kaca patri aneka warna, lampu gantung mewah dan mozaik-mozaik keramik nan indah. Tempat wudhu-nya pun spesial menggunakan sensor. Air otomatis mengalir jika ada yang duduk di depannya dan berhenti begitu ditinggalkan.

Escapee

Sumber: facebook.com/escapeebrunei
Sumber: facebook.com/escapeebrunei

Ini sebenarnya adalah wahana permainan detektif-detektifan, gitu deh. Kelihatannya seru, ya. Secara di Indonesia belum ada. Lumayan banget untuk mengisi waktu sambil menunggu adzan Maghrib karena lokasinya juga dekat dengan Masjid Jame ‘Asr Hassanil Bolkiah.

Pasar Gadong

Sumber: tripadvisor.com
Sumber: tripadvisor.com

Pasar ini buka mulai jam 5 sore. Di dalamnya dijual aneka makanan yang lezat dan murah. Sangat cocok dijadikan menu berbuka puasa. Letaknya tepat di depan Escapee Square. Begitu dapat makanan yang diinginkan, langsung balik ke penginapan saja, lah daripada kehabisan bus. Hehehe…

Hari Raya

Sebenarnya, beberapa dari destinasi wisata di hari kedua ini aku tidak tahu pasti apakah tetap buka di Hari Raya. Tapi ya sudah lah dicatat dulu saja ya. Masih bisa dijadikan sebagai referensi perjalanan di luar Hari Raya, kan?

block_4

block_6

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien

sultan-omar-mosque-borneoadventure

Hari ini kita mulai dengan shalat Subuh di sini saja, sebagai masjid terdekat dengan terminal bus. Sekalian nanti juga shalat Id. Sambil menanti fajar menjelang, tentu indah sekali pemandangannya. Antara semburat sinar mentari pagi, kubah emas yang ditopang bangunan indah serta menara menjulang dan replika perahu cantik mahligai kencana kerajaan yang dialasi danau. Masjid bergaya Islam modern menggunakan bahan marmer ini merupakan landmark utama negara Brunei dengan 28 kubahnya.

Pasar Kianggeh

Sumber: borneoadventure.com
Sumber: borneoadventure.com

Hari Raya Idul Fitri adalah waktunya berbuka. Selepas shalat Id, makan dulu, dong. Langsung menyeberang saja ke Pasar Kianggeh. Pasar di negeri orang rasa kampung halaman ini. Karena banyak penjualnya yang merupakan orang Indonesia. Barang dagangannya pun biasa kita temui di negeri sendiri. Di sini, penduduk dari pedalaman pun akan berkumpul.

Hutan Simpan Berakas

Sumber: tripadvisor.com
Sumber: tripadvisor.com

Setelah kenyang plus membawa bekal makanan untuk perjalanan hingga siang (teteup…), kita  akan meluncur ke Hutan Simpan Berakas. Sebuah hutan lindung sekaligus memiliki pantai di tepinya.

Kealamian yang bersih akan segera menyapa di sini.  Menunya bervariasi dan terdapat banyak pondok yang sangat nyaman dengan peralatan BBQ di sebelahnya. Ada juga tempat untuk berkemah. Anak-anak pasti senang sekali berenang dan bermain pasir di sini.

Empire Hotel & Country Club 

Sumber: theempirehotel.com
Sumber: theempirehotel.com

Hotel bintang lima seluas 180 hektar ini merupakan lokasi yang tepat untuk menikmati kemewahan yang menampilkan sisi kemakmuran ekonomi Brunei laksana bangsawan. Kamar hotel ini dilengkapi dengan standar yang luar biasa. Katun Mesir, kain Italia, sutra Thailand dan lemari Inggris. Dilengkapi dengan fasilitas kelas atas berupa lift pribadi, kolam renang, sauna, bioskop, hingga suite kelas Presiden.

Lobinya terbuka untuk umum, lho. Jadi kita bisa berfoto di sini. Begitu juga untuk sekadar jalan-jalan, jogging atau duduk santai pada tanjung kecil di ujung pantai Laut Cina Selatan, tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Wah, lumayan juga, ya!

Bukit Shahbandar

Sumber: islaminindonesia.wordpress.com
Sumber: islaminindonesia.wordpress.com

Olahraga lagi, yuk. Jalan-jalan sambil mengamati ikan-ikan di kolam, atau menebarkan pandangan ke seluruh penjuru dari atas menara. Tampak Laut Cina Selatan dan kawasan Brunei dari berbagai sisinya.

Agro Technology Park

places4youngkidsinbrunei-wp
Sumber: places4youngkidsinbrunei.wordpress.com

Ini juga merupakan destinasi yang sangat ingin aku datangi. Taman-tamannya ditata dengan rapi dan unik serta sarat ilmu pengetahuan. Banyak tanaman cantik dan hewan lucu seperti aneka burung dan rusa di sini. Selain itu juga disediakan area jogging.

Jerudong Park

Sumber: places4youngkidsinbrunei.wordpress.com
Sumber: places4youngkidsinbrunei.wordpress.com

Yeay, amusement park! Kita akan menghabiskan sisa hari di sini karena tempat ini buka di hari libur dari jam 2 siang hingga jam 2 malam. Puas! Walaupun kemungkinan akan sedikit terasa ramai. Toh, kapan lagi sih, bisa merasakan keramaian di Brunei?

Taman permainan yang bagus dan bersih. Cocok untuk keluarga dan anak-anak. Banyak wahana yang bagus dengan dekorasi yang indah. Juga atraksi golf mini dan permainan air yang menyenangkan. Pantainya cukup bagus dan menarik serta pasirnya juga halus.

Walaupun taman ini bukanya hingga larut malam, tapi tetap akan kita batasi bermainnya sampai jam 5 sore saja, ya. Lagi-lagi untuk mengejar bus. Selain itu, ada agenda sangat penting besok pagi. Apa itu?

Hari Kedua Idul Fitri

Ada yang sudah bisa menebak apa agenda penting pagi ini? Tentu saja, menghadiri acara Open House di Istana Nurul Iman. Setelah itu, menghabiskan waktu dengan mengeksplorasi Taman Nasional Ulu Temburong jika buka. Jika tidak, tetap saja sekadar berkeliling di sekitar Temburong nan eksotis itu sangat berharga untuk dinikmati.

block_7

Istana Nurul Iman

Istana terbesar di Asia seluas 200.000 meter persegi ini adalah tempat kediaman resmi Sultan Brunei. Istana yang disebut sebagai kompleks perumahan terbesar di dunia ini dipenuhi kubah emas dan atap berkubah yang dirancang dengan dengan gaya Islam dan Melayu.

Setiap Idul Fitri hari ke-2, 3 dan 4, Sultan Brunei membuka gerbang Istana Nurul Iman dan mengizinkan siapa saja datang berkunjung memasuki istana, menikmati hidangan di sana dan bersalaman dengan Sultan serta keluarga kerajaan. Tak heran jika istana akan penuh dengan warga Brunei maupun para wisatawan asing yang mengantri nantinya.

Karena itu, aku menjadwalkan untuk mengantri mulai jam 6 pagi. Hehehe… Sebenarnya sih, acaranya dimulai jam 10 pagi. Tapi tak ada salahnya kan, mengantri di awal agar bisa segera mendapat giliran?

Taman Nasional Ulu Temburong

Selepas makan enak dan bertemu dengan Sultan dan keluarganya, kita langsung menuju Sungai Brunei dan menaiki speed boat selama 45 menit untuk kemudian diganti dengan perahu panjang tradisional dan kembali menyusuri sungai selama 45 menit hingga sampai tujuan. Perjalanan panjang dengan pemandangan alam yang tentunya tak terlupakan.

Ulu Temburong adalah taman nasional pertama di Brunei yang dilindungi sejak tahun 1991. Ada banyak petualangan yang dapat dilakukan di sini. Aktivitas yang paling menarik adalah menikmati pemandangan hutan hijau sambil berjalan di Canopy Walkway pada ketinggian lebih dari 60 meter di atas gunung. Untuk mencapai gunung ini, kita harus menggunakan jalan yang dibangun dengan menara baja dan kabel raksasa. Hua…! Capeknya…

Di sini kita bisa merasakan fish spa di air terjun, menyusuri sungai dengan perahu karet serta bertemu dengan aneka fauna langka yang cantik hingga sore hari kembali pulang dan bersiap untuk pulang ke tanah air membawa cerita terbaik.

Hosh… Hosh… Hosh… Pegal juga mengkhayal terus. Bagaimana? Sudah sepanjang ini alasannya, jadi ingin ke Brunei juga?

”Tulisan di atas diikutsertakan untuk giveaway milik Nyonya Sepatu dan Jalan2liburan

Advertisements

8 thoughts on “Brunei Darussalam, Our Next Dream Destination

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s