Lawan Neuropati Pengintai Gaya Hidup Kamu

Hai, teman-teman! Sebagai sesama pengguna gawai elektronik, kali ini aku ingin berbagi tentang sebuah pengalamanku terkait dengan aktivitas yang melibatkan komputer maupun gawai elektronik sejenis.

Pernah suatu kali saat masih berkuliah di Jurusan Informatika, aku mengalami nyeri yang sangat di bagian tengah punggung tangan kanan dekat pergelangan. Terdapat cekungan yang nyata di situ. jari-jari terutama telunjuk dan jari tengah terasa sangat lemah untuk digerakkan. Aku tahu ini akibat kebanyakan menggunakan mouse selama bermalam-malam untuk mengerjakan tugas. Duh, bagaimana ini? Tugas belum selesai, namun tangan sudah tidak bisa dipaksa untuk bekerjasama.

Sejak itu, aku menjadi lebih perhatian dengan aktivitasku selama di depan komputer. Selain untuk memulihkan kondisi tanganku, aku juga tidak mau lagi mengalami hal yang sama di kemudian hari. Apakah Anda pernah merasakan hal yang serupa?

Belakangan aku tahu bahwa yang kualami ini disebut Carpal Tunnel Syndrome (CTS). CTS adalah penyakit akibat terganggunya saraf tengah karena tekanan pada pergelangan tangan. Hal ini menimbulkan rasa sakit, nyeri dan melemahnya otot-otot pada bagian tersebut. Penyebab umumnya adalah terlalu sering memakai keyboard dan mouse, walaupun banyak juga penyebab lainnya.

Mengenal Neuropati

CTS merupakan salah satu jenis penyakit neuropati. Tahukah Anda, apakah neuropati itu?

Neuropati merupakan istilah untuk sistem saraf yang tidak berfungsi dengan baik karena adanya kerusakan saraf tepi.

Kita perlu waspada lho, terhadap penyakit yang satu ini. Karena menurut hasil riset yang dilakukan oleh PT Merck bekerjasama dengan MarkPlus Insight pada tahun 2014 lalu dan melibatkan 900 responden di 6 kota besar, ternyata 90% masyarakat Indonesia tidak tahu apa itu neuropati. Padahal menurut data, justru masyarakat Indonesia ini menghabiskan sebagian besar waktunya dengan menjalani aktivitas dan gaya hidup penyebab neuropati. Jika tidak segera diatasi, penyakit ini dapat mengantarkan pada kelumpuhan. Hiii…

1

Nah, makanya kita perlu memahami seluk-beluk neuropati nih. Pertama, kenali dulu apa saja penyebab neuropati ini. Ternyata, inilah beberapa contoh penyebab timbulnya penyakit neuropati tersebut:

2

Ya, gerakan berulang dapat menyebabkan tendon mengalami peradangan dan akhirnya menekan saraf. Tanpa disadari, masyarakat Indonesia sering menjalani aktivitas gerakan berulang yang jika dilakukan terlalu lama akan berisiko mengantarkan pada neuropati. Beberapa gerakan berulang yang dimaksud antara lain:

3

Jika menderita neuropati, akan muncul gejala seperti kebas dan kesemutan. Selain kebas dan kesemutan, beberapa keluhan ini juga mungkin akan menyerang dan dirasakan secara tiba-tiba. Apakah Anda juga mengalaminya?

4

Selain neuropati, di tengah masyarakat kita umumnya sudah lebih dahulu mengenal jenis penyakit lain yang juga menimbulkan rasa nyeri pada anggota tubuh, yaitu asam urat dan rematik. Walaupun sama-sama terasa nyeri, namun kita bisa membedakan gejala neuropati dengan gejala asam urat dan rematik, kok. Bagaimana caranya? Ini dia jawabannya:

5

Bagaimana? Sekarang kita sudah lebih tahu ya, tentang neuropati. Definisinya, penyebabnya, gejalanya dan cara mengidentifikasinya. Lalu, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?

Yuk, Lawan Neuropati!

Nah, jika kita sudah memahami secara umum tentang neuropati, maka kini waktunya kita beraksi melawannya. Apalagi jika ternyata beberapa tanda neuropati itu sudah muncul pada diri kita. Bagaimana cara mencegah neuropati? Sebenarnya sederhana, lho. Pencegahan neuropati sebagaimana penerapan pola hidup sehat pada umumnya, berkisar pada 4 hal ini:

6

Pola Makan Sehat

Menerapkan menu sehat dalam kehidupan sehari-hari adalah sebuah investasi berharga bagi terjaganya kesehatan kita. Aturlah asupan agar tetap memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi kita secara seimbang terutama dalam hal ini kebutuhan vitamin B Kompleks. Jagalah kadar gula darah agar tetap normal. Selain itu, hindarilah minuman beralkohol karena membuat vitamin tidak dapat terserap oleh tubuh.

Vitamin B Kompleks yang merupakan vitamin neutropik ini dapat ditemui di dalam banyak sekali bahan makanan. Misalnya: jamur, keju, kacang-kacangan, daging merah, ikan salmon, pisang, kepiting, gandum, beras merah dan susu.

Tidur

Terlalu banyak begadang akan mempengaruhi sistem saraf pusat dan mengakibatkan melemahnya sistem saraf. Perbaikan sel termasuk sel saraf terjadi ketika kita tidur. Karena nya, tidur cukup sangat penting bagi kesehatan. Jagalah pola tidur Anda antara 6-8 jam sehari semalam.

Olahraga

Olahraga akan membuat tubuh terus bergerak dan tidak terjebak pada gerakan monoton yang terlalu lama. Dengan melakukan beberapa olahraga ringan berikut ini, kondisi saraf kita pun akan tetap terjaga kondisinya.

7

Peregangan otot untuk tiap anggota tubuh yang sering melakukan gerakan berulang perlu dilakukan selama 5-10 menit sebanyak 3x sehari di tengah aktivitas sehari-hari. Terutama untuk aktivitas yang sudah diketahui dapat menyebabkan neuropati.

Bicara tentang peregangan otot, aku sebenarnya punya teknik khusus untuk menjaga agar jari-jemari tetap rileks beraktivitas. Mengingat bagian tubuh ini adalah yang paling sering kugunakan sehari-hari sebagai ibu rumahtangga sekaligus penulis blog.

Aku mendapatkan teknik senam jari ini dari sebuah majalah saat persiapan menjelang UMPTN dulu agar jari tidak tegang saat mengerjakan soal selama berjam-jam. (Iya… UMPTN!. Ketahuan sudah umur saya.) Silakan simak video berikut ini jika Anda ingin meniru dan mempraktikkannya.

Senam jari di atas memang hanya untuk mengurangi ketegangan otot pada jemari. Nyatanya, senam jari ini tidak mampu mengatasi CTS yang saya alami di masa kuliah. Karena memang CTS terjadi di lokasi pergelangan tangan.

Karena itu, kita membutuhkan teknik peregangan otot secara keseluruhan untuk memelihara kesehatan saraf kita. Beruntungnya, saat ini para ahli saraf dan olahraga telah merumuskan sebuah gerakan yang disebut NeuroMove. Mau tahu seperti apa gerakan NeuroMove itu? Yuk, simak video lengkap ini dan praktikkan 3x seminggu.

Hayo, siapa yang kebingungan mengikuti gerakan NeuroMove, terutama gerakan pergantian anggota tubuh? Hehehe… Terus berlatih, ya. Lama-lama juga nanti akan lebih terbiasa, kok. Selain bagus untuk pemeliharaan saraf kita, NeuroMove ternyata memberikan banyak bonus manfaat lain sebagai berikut:

8

Vitamin Neutropik

Pemenuhan kebutuhan vitamin neutropik mutlak perlu kita lakukan untuk menjaga kesehatan saraf kita. Guna memastikan bahwa asupan sehari-hari kita telah memenuhi kebutuhan tersebut, tersedia ahlinya vitamin neurotropik yaitu Neurobion. Apa kelebihan Neurobion dibanding suplemen sejenis? Ini dia jawabannya!

9

Neurobion hadir dalam 2 varian, yaitu Neurobion Putih dan Neurobion Forte. Apa perbedaan keduanya? Berikut ini penjelasannya.

NEUROBION PUTIH

Neurobion Putih adalah kombinasi vitamin neurotropik (B1, B6, B12) yang dapat memperbaiki sel saraf tepi penyebab kebas dan kesemutan

Komposisi:
Vitamin B1 100 mg,
Vitamin B6 200 mg,
Vitamin B12 200 mcg

NEUROBION FORTE

Sedangkan Neurobion Forte, karena berlabel “Forte” yang artinya “dikalikan” dosisnya, disediakan untuk gejala penyakit saraf berlevel sedang yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari

Komposisi:
Vitamin B1 100 mg,
Vitamin B6 100 mg,
Vitamin B12 5000 mcg

Bagaimana? Sudah siap melawan neuropati sekarang? Ku tunggu aksimu!

Rujukan:

  1. http://sarafsehat.com/
  2. http://sarafsehat.com/lawanneuropati

 

Advertisements

6 thoughts on “Lawan Neuropati Pengintai Gaya Hidup Kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s