Bakmi Mewahku, Sajian Mewah di Rumah a la Restoran

block_5

Mi Ayam adalah salah satu sajian favorit keluarga. Sejak pertama kali kami mengenal jenis makanan ini, kami sekeluarga jadi ingin menikmatinya lagi dan lagi. Kalau dihitung-hitung, lumayan juga ya, keluar dananya untuk 6 porsi sekali jajan. Hehehe…

block_6

Atas permintaan para penghuni rumah, aku menyempatkan diri untuk belajar membuat Mi Ayam sendiri. Aku sih, setuju saja. Toh, aku juga penasaran dan merasa tertantang. Apakah aku bisa membuat sajian yang mirip dengan yang biasa di restoran?

Dan hasilnya? Mungkin jika bisa, sepertinya aku harus memasak Mi Ayam terus sepanjang hari karena saking sukanya mereka menikmati hasil masakanku yang satu ini. Hehehe… Senang sih, kalau masakan kita disukai. Tapi, lumayan merepotkan juga ya, kalau harus memasaknya terus-menerus sejak dari bahan mentah hingga siap santap.

Walaupun sebenarnya cara membuatnya pun tidak sulit, namun tentu membutuhkan waktu dan tenaga juga. Memotong daging ayam dan jamurnya kemudian menumisnya dengan bumbu, membuat minyak ayam, merebus mi dan menyiapkan berbagai bahan pelengkapnya.

Apalagi, bahan baku ayam filet dan jamurnya tidak selalu tersedia di penjual sayur dekat rumah. Mi-nya pun kadang beli seadanya yang dijual di warung, sehingga tidak selalu sama persis hasilnya seperti yang kita inginkan.

Makanya, aku senang sekali waktu mendengar ada bakmi instan yang bernama Bakmi Mewah ini. Siapa tahu bisa menjadi alternatif pengganti menu agar aku tidak harus selalu kerepotan menyiapkan hidangan Mi Ayam untuk keluarga.

block_9

Sebenarnya sudah cukup lama aku mengenal Bakmi Mewah. Bakmi Mewah ini memiliki beberapa bagian bahan yang dibungkus secara terpisah dalam satu kemasan, yaitu:

  • mi
  • ayam dan jamur siap saji yang telah dibumbui dan dimasak
  • irisan daun bawang kering
  • minyak sayur plus minyak ayam
  • ramuan kecap yang merupakan campuran dari kecap ikan, kecap manis dan gula garam
  • saus cabai

Aku bahas satu-satu ya…

Mi-nya…

Yang aku suka pada mi milik Bakmi Mewah ini adalah teskturnya yang lembut, kenyal dan tidak mudah putus. Apalagi jika sudah dibalur dengan minyaknya, licin sempurna meluncur ke dalam mulut.

Ayamnya…

Benar-benar ayam asli! Teksturnya yang empuk dan kenyal, seratnya yang nyata bahkan masih juicy, lho… Terpesona sekali aku dengan bagian yang satu ini. Bumbunya tipis-tipis. Harumnya wijen berpadu dengan sensualitas bawang putih menyempurnakan aroma ayamnya yang dominan. Dari segi rasa pun benar-benar otentik layaknya rasa daging ayam yang baru diangkat dari penggorengan berbalut lada dan garam dalam komposisi yang pas.

Jamurnya…

Sama dengan Sang Ayam, jamurnya pun kondisinya masih segar. Dengan tekstur yang kenyal dan rasa yang berpadu cantik bersama ayam.

Daun Bawangnya…

Daun bawang ini hadir dalam keadaan kering. Begitu bungkusnya dibuka, huah… semerbak wanginya kemana-mana. Saat dicampurkan pada mi, perlahan tekstur daun bawang pun berubah menjadi segar. Dan rasanya? Nyes… Seperti baru dipotong di atas talenan saja.

Minyaknya…

Aduh, ini minyak ya,  walaupun tidak disebutkan bahwa di dalamnya ada minyak wijen, namun hidungnya tidak bisa dibohongi. Jelas-jelas aroma wijen langsung tercium begitu mi dicampur dengannya. Harum, ringan tidak terlalu pekat dan tidak meninggalkan sensasi eneg atau pun gatal di tenggorokan. Sehingga tidak mengganggu aroma serta rasa dari bahan lain. Dia memainkan perannya dengan sempurna, kesederhanaan yang istimewa.

Kecapnya…

Tidak terlalu manis, tidak terlalu manis dan tidak terlalu berbau laut. Jadi? Ya sudah, apalagi namanya kalau bukan sentuhan ramuan rasa yang pas untuk memperkaya kelezatan mi. Jadinya, tidak merebut panggung utama milik mi dan ayam jamur.

Saus Cabainya…

Sebagai yang tidak suka pedas, maka aku bisa katakan saus cabainya cukup nendang. Pedas rawitnya langsung terasa di awal. Tapi asyiknya, tidak terus-menerus membakar lidah. Seiring waktu kemudian, pedasnya sudah berbaur dengan rasa manis dan gurih yang tercampur di dalam sausnya. Kaget di depan berganti menjadi nikmat sampai akhir.

block_8

Yup!  Secara umum, Bakmi Mewah telah berhasil menggantikan posisi bakmi restoran bagi keluarga kami. Karena, selain cara memasaknya praktis, hasilnya pun tidak jauh berbeda. Yang asyiknya lagi, tampilan dan teksturnya pun bisa sama persis seperti saat bakmi baru dihidangkan di atas meja restoran.Ya, seperti foto yang ada terdapat di kemasannya itu. Sekarang, jadi punya pilihan praktis untuk menghadirkan sajian mewah di rumah.

Karena rasanya sudah mewah, maka aku tinggal meningkatkan penampilannya saja untuk semakin bersaing dengan sajian restoran. Idenya sederhana saja. Hanya menempatkan Bakmi Mewah yang sudah jadi ke dalam mangkuk dari kulit pangsit yang telah digoreng. Namun hasilnya, jadi semakin tampak menggoda dan memang sangat seru untuk dicomot dan dicelup ke dalam campuran saus tomat dan saus cabainya terus dan terus.

Mau coba juga? Harus itu! Hati-hati ketagihan, ya… Hehehe…

instagram

Advertisements

4 thoughts on “Bakmi Mewahku, Sajian Mewah di Rumah a la Restoran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s