Pantai Dalegan, Serunya Liburan Berbalut Kepolosan Indonesia

block_1Apakah tempat liburan favoritmu? Di mana lokasinya? Dalam negeri atau luar negeri? Kalau saya pribadi, lebih suka memilih tempat wisata di Indonesia daripada luar negeri. Selain biayanya lebih murah, juga karena Indonesia memiliki begitu banyak titik indah untuk dikunjungi. Saat ini, kami sekeluarga baru sempat berlibur di sepanjang Pulau Jawa. Tepatnya hanya 3 provinsi di dalamnya. Jawa Timur, Yogyakarta dan Jawa Barat. Itu pun belum di setiap kotanya. Walau begitu, itu sudah sangat menyenangkan dan memberikan banyak pengalaman baru serta berharga bagi kami di setiap destinasi yang kami kunjungi.

Ketiga provinsi yang kami kunjungi itu tak lepas dari irama kehidupan yang membawa kami menyusuri sepanjang Pulau Jawa. Kami berasal dari Jawa Timur, yang setiap tahun memiliki agenda di Yogyakarta dan kini sedang tinggal di Jawa Barat.

Berpindah-pindah menjadi mungkin kami lakukan karena kami bekerja di rumah dan menerapkan homeschooling untuk anak-anak. Salah satu keasyikannya adalah “Everyday can be our holiday!” Ya, karena kami bisa mengatur sendiri kapan akan jalan-jalan. Tidak terpaku dengan jadwal sekolah dan kantor. Sehingga, kami bisa memilih tempat dan waktu yang tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Agar bisa menikmati sepuasnya berbagai keasyikan yang ditawarkan oleh destinasi wisata tersebut.

Bercerita tentang pengalaman liburan di Indonesia tentu tak ada habisnya. Pengalaman yang sedikit itu pun rasanya tak cukup diuraikan semua dalam sebuah blog. Karenanya, aku akan mengambil salah satu destinasi wisata untuk aku ceritakan kali ini. Pilihanku jatuh pada Pantai Dalegan di Gresik.

Mengapa Pantai Dalegan?

block_2Pernahkah Anda mendengar tentang Pantai Dalegan? Jika belum, sepertinya itu wajar saja. Memang pantai ini belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Bahkan aku yang saat itu tinggal di Sidoarjo, baru-baru saja mengenal namanya  atas rekomendasi dari seorang teman.

Itulah salah satu alasan mengapa Pantai Dalegan layak untuk diangkat sebagai destinasi wisata alam di Indonesia. Apalagi, Pantai Dalegan masih bisa dibilang terjaga kealamiannya. Sehingga mampu menjadi salah satu potret keindahan khas Indonesia.

Pantai ini juga ada yang menyebutnya dengan Pantai Delegan. Dikenal pula dengan sebutan Wisid alias Wisata Segoro Indah Delegan. Sebelumnya, pantai ini hanyalah tempat bermain bagi anak-anak di sekitar lokasi. Lambat laun, pengunjung pun semakin banyak berdatangan dari berbagai daerah di luar Gresik. Sehingga sejak tahun 2003, kawasan ini kemudian dikelola oleh desa untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Menuju Pantai Dalegan

block_3

Pantai ini berjarak sekitar 40 km dari pusat kota Gresik. Untuk menuju ke lokasi wisata, kita bisa mengikuti jalur menuju Wisata Bahari Lamongan (WBL). Karena Delegan berada di sebelah timur WBL. Kalau dari arah Surabaya, melalui tol dan keluar di gerbang Manyar. Di pertigaan setelah gerbang tol ambil arah kiri menuju Jalan Raya Daendels. Nantinya akan melewati Sidayu dan Hutan Jati Panceng, lalu belok kanan. Terdapat papan penunjuk arah menuju wisata Pantai Dalegan. Dari jalan arteri masuk ke Utara sekitar 1-2 km hingga tiba di lokasi.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum, dapat menggunakan bus dan berhenti di terminal bus Panceng. Setelah itu, melanjutkan perjalanan untuk sampai di lokasi dengan menggunakan ojek

Walaupun lokasinya terpencil di ujung Utara Jawa, kita tidak perlu kawatir karena kondisi jalan yang dilalui sudah bagus beraspal. Selama perjalanan menuju destinasi wisata, pemandangan yang disuguhkan alam berupa hutan jati. Kemudian bertemu dengan beberapa tambak serta jejeran batu gamping di tepi jalan. Selanjutnya, pandangan mata akan segera disegarkan dengan hijaunya sawah dan rumah-rumah penduduk khas pedesaan. Hingga sebuah spanduk bertuliskan “Selamat Datang di Wisata Pasir Putih Dalegan” terpampang di depan mata dengan loket tiket masuk di sampingnya. Jika belum ada perubahan, biaya tiket masuk ke lokasi wisata ini senilai Rp 6.000,00 per orang.

Menyapa Pantai Dalegan

block_4

Begitu memasuki kawasan pantai, kita akan segera disambut dengan sebuah gapura berwarna hijau dengan aksen hitam yang mirip pendopo. Pantainya berbibir lebar walau tidak terlalu panjang. Luasnya sekitar 2.5 hektar.

Fasilitas di pantai ini meski bisa dibilang minim, namun cukup lah. Justru ini yang menjadi daya tarik sendiri karena segalanya masih terlihat alami. Pantai ini memiliki area parkir yang cukup luas, musola serta kamar mandi yang cukup banyak dan memadai menggunakan air tawar yang segar, bukan air laut.

Terdapat juga berderet warung penjaja makanan dan minuman. Menu makanannya rata-rata adalah olahan hasil laut. Namun ada juga menu standar seperti baso. Untuk minumannya, saya sarankan Anda untuk mencicipi Es Dawet Siwalan. Karena bahan pangan yang satu ini semakin langka ditemui dan hanya bisa kita nikmati di tempat. Karena sepertinya di lokasi tidak ada yang menjual buah siwalannya saja. Teksturnya kenyal dan rasanya sangat segar membasahi kerongkongan yang kering di tengah teriknya cahaya matahari.

Walaupun di sini sebagaimana iklim pantai pada umumnya yang panas, namun di sepanjang pantai ini dinaungi pepohonan rindang yang berjajar memberikan keteduhan. Dilengkapi dengan gazebo dan bangku-bangku untuk duduk menikmati hamparan pemandangan laut nan luas.

Jika diamati lekat-lekat, akan tampak batas warna air laut yang berbeda sesuai kedalamannya. Air laut yang dekat dengan pantai berwarna lebih muda keperakan. Sedangkan bagian tengahnya akan tampak lebih membiru.

Pantai ini memiliki pasir putih yang lembut, membuat anak-anak senang sekali bergulingan di atasnya. Di antaranya akan banyak sekali kita temui aneka bentuk batu apung dan cangkang kerang, bintang laut serta kepiting mungil. Cantik-cantik sekali. Rasanya ingin membawa mereka semua untuk dipandangi di rumah.

Ingin berbuat lebih dari sekadar duduk terpekur? Mendekatlah ke laut dan susurilah bibir pantainya. Pantai ini memiliki 2 tanjung di bagian baratnya dan sebuah tanjung yang lebih tinggi di bagian timurnya. Di Tanjung Barat, kita akan menemukan sekumpulan bebatuan laut yang sesekali dibelai lembut oleh buih ombak. Indah dan merdu sekali suasananya.

Ombak di pantai ini memang tidak besar. Namun saat kami ke sini, kebetulan angin sedang bertiup cukup kencang di atas permukaan laut. Membuat ombak-ombak yang datang berlarian begitu cepat dan berkejaran satu sama lain seakan berlomba mencapai tepi dan … pyar! Riuh menampar pantai. Gemuruhnya terdengar seru sekali. Apalagi di bagian Tanjung Timur, terasa dahsyat menggema.

Untung dermaga di Tanjung Timur ini dibangun lebih tinggi. Untuk sebuah pengalaman yang berbeda, berjalanlah terus mengikuti garis dermaga yang menjorok ke laut. Dermaga ini dibangun dari susunan bebatuan besar tak beraturan dengan berbagai ukuran, bentuk dan permukaan. Cukup menantang untuk berjalan di atasnya. Di tepi kanan sepanjang dermaga dihiasi tiang berlampu. Begitu sampai di ujungnya, tak ada yang dapat menyamai rasanya berdiri di atas jalan kecil berbatu di tengah laut nan tenang berbingkai langit berawan dan bayangan samar pulau di hadapan. It’s just… Wow!

Ya, walaupun ombaknya meriah, namun riak air di tengah laut pantai ini tetap tenang. Membuat anak-anak aman berenang dan bermain air di sana. Oya, di sini disewakan ban pelampung juga, kok. Sekali sewa untuk dipakai sepuasnya selama seharian. Ada yang besar dan ada yang kecil. Kalau tidak salah, harga sewanya Rp 5.000,00 dan Rp 10.000,00. Yang besar, lebih asyik digunakan sebagai pengganti kasur air untuk berayun-ayun di atas permukaan laut, daripada sekadar melingkar di badan. Yang dewasa pun pasti senang menikmati sensasinya di tengah buaian angin laut dan hangatnya sinar mentari.

Masih penasaran dengan pulau di seberang Pantai Dalegan, kami pun berlayar menggunakan perahu yang tertambat di Dermaga Timur. Perahu di sini ukurannya cukup besar dan menggunakan tenaga motor. Jadi, bisa menampung banyak orang dan melaju lebih kencang. Di tengah perjalanan, kami melihat alat pengebor minyak dengan tulisan “Balikpapan” dari sisi kanan perahu. Nun jauh di ujung kiri, tampak sebuah pulau dengan tekstur tanah dan bebatuan yang indah. Apalagi terdapat bangunan masjid yang sangat megah di sana. Apakah itu Pulau Bawean, ya? Wah, jauh sekali Bapak Perahu membawa kami berlayar. Tak terasa sudah sore hari saat kami kembali ke pantai.

block_6

Saatnya untuk pulang. Tak lupa membeli beberapa cinderamata sebagai kenang-kenangan. Selain batu apung yang tinggal pilih secara gratis untuk menghaluskan kulit, layang-layang dengan desain unik adalah pilihan favorit kami. Sebagai bonusnya, kami mendapatkan pemandangan sore yang cantik pada bentangan langit yang menemani kami kembali ke rumah. Membawa setumpuk memori indah tentang serunya pengalaman berlibur di salah satu pantai alami di Indonesia.

Lalu, Mau Kemana Kita Selanjutnya?

Memang, biasanya kami memilih destinasi yang hanya memerlukan waktu seharian untuk dinikmati. Karenanya, rata-rata jaraknya dekat dari tempat tinggal kami. Walau pernah beberapa kali, namun umumnya kami jarang menginap di hotel.

Melihat-lihat Paket Wisata Domestik yang ditawarkan HIS Travel Indonesia, jadi ingin juga suatu saat berlibur beberapa hari sambil menginap. Mungkin mengambil paket wisata ke Batu? Karena terakhir kami ke sana adalah saat anak kedua masih bayi. Sedangkan sekarang anak-anak saja sudah berlima. Atau ke Bromo sekalian? Anak-anak kuat tidak ya, dengan dinginnya? Hehehe… Ya, kami sekarang berada di Jawa Barat. Namun hati kami tertinggal di Jawa Timur sebagai tempat asal kami.

Eh, tapi kalau sekadar menambah sensasi berlibur dengan booking hotel sih, sebenarnya bisa saja dilakukan di sekitar tempat tinggal kami sekarang, ya. Putri Sulung kami saat ini mengikuti kelas online untuk mendapatkan ijazah SD. Setiap minggu kedua dalam satu bulan merupakan jadwal bagi para siswa kelas online untuk kopi darat dalam sebuah field trip. Di sana, para siswa akan mengulang pelajaran yang didapat secara online agar lebih paham, ditambah dengan materi praktik olahraga, kesenian dan ketrampilan bersama. Lokasinya berpindah-pindah di sekitar Jabodetabek. Putriku tentu sangat bersemangat menjelang jadwal field trip ini. Karena itu adalah waktu baginya untuk belajar dan bermain seharian bersama teman-teman yang selama ini hanya berjumpa di balik komputer.

Hmm… Sepertinya asyik juga ya kalau kami ikut mendampinginya field trip sambil menginap di hotel di dekat lokasi? Sehingga kami sekeluarga dapat mengeksplorasi daerah di sekitarnya selama beberapa hari. Wah, pasti seru sekali jika diceritakan di blog dan menyimpan dokumentasinya di akun Facebook. Semoga saja terkabul, ya. Aamiin…

#HISDomesticHoliday
#HISDomesticHoliday
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s