7 Kendaraan yang Baru Kami Kenal di Jabodetabek

Mobil, Riwayatmu dulu. (Sumber: dokumen pribadi)

Keputusan untuk pindah rumah sejak hampir 2 tahun lalu, ternyata memberi banyak pengalaman baru bagi kami sekeluarga. Termasuk pengetahuan dan pengalaman kami tentang kendaraan. Karena dulu, kemana-mana kami seringnya keluar menggunakan mobil pribadi.

Namun sejak mengontrak di daerah perbatasan Depok-Bogor, kendaraan pribadi yang kami miliki hanya motor. Padahal kami adalah keluarga yang terdiri dari sepasang suami-istri dengan 4 anak yang kemudian bertambah menjadi 5 anak. Hal ini membuat kami siap mengenal dan merasakan beberapa moda transportasi umum yang belum pernah kami coba sebelumnya. Mau tahu apa saja kendaraan yang terasa baru bagi kami? Yuk, baca terus pengalaman berkendara kami ini.

1. Pesawat Terbang

Pertama kali menginjak terminal domestik Bandara Soekarno-Hatta (Sumber: dokumen pribadi)
Pertama kali menginjak terminal domestik Bandara Soekarno-Hatta (Sumber: dokumen pribadi)

Karena jarak tempuh yang jauh untuk pindah rumah (dari ujung Timur Pulau Jawa menuju Jabodetabek), kami memutuskan untuk menyewa truk boks besar guna mengangkut barang-barang kami ke kontrakan. Esoknya, tepat sehari menjelang perkiraan barang kami sampai di lokasi, kami sekeluarga pun terbang menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kami memilih pesawat terbang karena waktu tempuhnya yang paling cepat, agar anak-anak dan Opung-Neneknya yang ikut serta tidak terlalu kelelahan. Opung dan Nenek ikut menemani kami pindah rumah agar bisa bantu-bantu menata perabotan. Begitulah orangtua. Walau sudah semakin menua, tetap saja perhatian dan uluran tangannya tak terputus untuk anak dan cucunya.

Ini merupakan pengalaman pertama bagi aku, anak-anak dan Nenek naik pesawat terbang. Kalau Suami dan Opung sih, sudah pernah terbang menggunakan pesawat sebelumnya. Bagaimana rasanya? Excited! Hehehe… Untungnya saat itu nggak norak-norak banget sih, kelakuanku.

Pertama kali merasakan bus yang nyaman walau berdiri (Sumber: juandaairport.com)

Yang merupakan kejutan adalah ketika menuju pesawat yang ternyata diangkut dengan shuttle bus dulu. Sepertinya karena pesawat yang akan kami tumpangi berada di terminal lain. Sehingga seluruh penumpang pesawat tersebut diangkut secara gratis menyeberangi terminal.

Bus ini berukuran lebih besar dibandingkan bus pada umumnya. Di dalamnya terdapat kursi-kursi besar nan empuk di dekat Pak Kusir eh Pak Supir yang sedang bekerja. Anak-anak dan manula diarahkan untuk duduk di situ. Jumlah kursinya memang cuma sedikit, karena sebagian besar ruang dalam bus digunakan untuk berdiri. Terdapat banyak alat pegangan yang bergelantung di sepanjang tiang di atas kepala, seperti foto di atas. Walaupun harus sambil berdiri, namun bus ini terasa cukup nyaman lho. Selain ruangannya yang lega, ber-AC, tempat duduk yang nyaman, suara mesinnya juga sangat halus dan berjalan tanpa guncangan. Terasa seperti sedang meluncur di atas papan saja.

Ketertiban para penumpangnya pun patut diacungi jempol sejak masuk hingga keluarnya. Mereka berjajar rapi di dalam bus sambil berpegangan sepanjang perjalanan yang singkat itu. Wajah-wajah yang ramah dengan sapaan ala kadarnya. Salut deh dengan para penumpang dan pihak bandara yang berhasil mengkondisikan kenyamanan semacam ini.

20150825_0511501

Di dalam pesawat, aku tentu saja memilih kursi dekat jendela. Senang sekali menikmati pemandangan saat pesawat perlahan naik dan akhirnya mengawang di udara. Deretan bangunan, tanaman, tanah dan sungai tampak seperti lukisan, berlanjut menjadi laksana gambaran peta di Google Earth dan lambat laun semakin tertutup awan-awan cantik hingga akhirnya benar-benar pemandangan di luar hanya gumpalan-gumpalan putih halus semata. Ah, indahnya! Aku pun bisa menoleh sejenak memperhatikan kebutuhan anak-anak (lha, dari tadi ngapain?) Syukurlah, mereka tidak terlalu rewel hingga pesawat mendarat. Hanya Nenek yang mengeluh sakit telinga walaupun sudah mengunyah permen dan menutup telinganya dengan kapas. Beliau bersikeras tidak mau naik pesawat terbang lagi saat kembali ke rumahnya. Maaf ya, Nek.

2. Ojek

ojek
Pangkalan Ojek di depan gerbang kompleks kami (Sumber: Google Street View)

Hehehe… Iya. Memang sarana transportasi satu ini pun ada di daerah asal kami. Namun, sekali pun kami tidak pernah memanfaatkannya. Setelah pindah ke sini, kami jadi akrab dengan moda transportasi satu ini. Apalagi pangkalannya tepat di depan gerbang kompleks perumahan tempat kami tinggal. Posisi rumah kami yang merupakan rumah terdekat dengan gerbang masuk ini membuat kami tinggal bertepuk tangan dan mengacungkan jari telunjuk untuk memesan 1 armada ojek yang saat itu gilirannya mengangkut penumpang.

Jasa ojek motor ini kami gunakan jika hendak bepergian ke suatu tempat yang tidak melewati jalan raya.  Kami membagi muatan sejumlah 6 orang ini menjadi 2 (berdelapan jika kedua pengemudi dihitung). Sebagian naik motor pribadi dan yang lain naik ojek. Kami pun lalu bermotor beriringan sampai ke tujuan. Kadang jika pangkalan ojek sedang kosong, kami pun memesan jasa ojek online.

Rata-rata ojek motor yang kami temui semuanya ramah. Kami tidak pernah mengalami masalah yang berarti dengan mereka. Walaupun kadang ada kejadian tak terduga seperti salah jalan, lupa alamat, jalan ditutup atau macet, mereka tetap melayani dengan baik.

3. Angkot (Angkutan Kota)

angkot
Kota Bogor memang Kota Angkot. Buktikanlah sendiri! (Sumber: Google Street View)

Iya, ini juga banyak bersliweran dari dulu di kota asal kami. Tapi ya memang anak-anak belum pernah berkesempatan menaikinya. Sebenarnya angkot yang lewat di dekat kontrakan kami sangat jarang. Namun justru itulah yang membuat anak-anak penasaran.

Selepas berenang di kolam renang terdekat, anak-anak merengek minta diizinkan naik angkot pulangnya. Padahal, angkot ini tidak berhenti tepat di depan kompleks perumahan kami, melainkan cukup jauh di ujung jalan sehingga kami masih harus naik motor lagi untuk tiba di rumah. Berhubung sudah sangat penasaran, dikabulkanlah permintaan mereka.

Setelah menunggu 30 menit sambil menikmati mi ayam di seberang kolam renang, akhirnya lewat juga angkot idaman. Penuh! Hal itu tidak menyurutkan keinginan mereka. Jadinya 3 anak saja yang masuk angkot, sedang yang lainnya naik motor yang dikemudikan Suami membuntuti Sang Angkot. Ada bagusnya juga sih dapat angkot yang penuh. Karena jika Anda mengenal tipikal angkot di Bogor, maka Anda akan hafal bahwa angkot di sini suka sekali berhenti menunggu tambahan penumpang.

Bagaimana kesan anak-anak pertama kali naik angkot? Senang! Walau sesak dan gerah, mereka tetap riang menikmatinya. Dan sstt… setelah itu mereka tak pernah merengek lagi minta naik angkot. Kira-kira kenapa ya?

4. Bajaj

bajaj
Bajaj anti-jijay (Sumber: Google Street View)

Wah, anak-anak girang sekali ketika melihat kendaraan yang satu ini. Bentuknya yang lucu tentu sangat mengulik rasa ingin tahu mereka. Saat sedang ke Jakarta berburu buku, kami pun berkesempatan untuk menaikinya.

Bajaj masa kini jauh berbeda dari bajaj di masa kecilku. Ya, masih terekam jelas bagaimana dulu rasanya naik bajaj. Sempit, panas, bau, kotor, reyot, berisik, dengan sopir yang acuh tak acuh dan super ngebut meliuk ke sana-sini membuat kepala dan badan terpontang-panting ke kanan dan kiri. Hiii…

Tapi sekarang, bajaj terasa jauh lebih nyaman. Tempat duduknya bersih, supirnya pun ramah dan mengemudi dengan tenang. Hanya saja, karena alasan penghematan, saat itu kami naik bajaj berenam. Putri Sulung, Suami dan aku yang kala itu sedang hamil masing-masing memangku anak yang lebih kecil. Pegal sih, rasanya. Tapi tak apalah. Toh, tujuannya tidak terlalu jauh.

5. Mobil Online

13415440_10208699298873438_7456112542315832551_o
Salah satu mobil yang kami sewa untuk bepergian (Sumber: dokumen pribadi)

Selain memesan ojek, kami juga beberapa kali memesan mobil secara online jika tujuan kami harus melewati jalan raya. Enak juga ya, ada layanan sewa mobil online begini. Jadi bisa mencoba berbagai merek mobil. Kita bisa bepergian dan Suami pun tidak kelelahan karena menyetir sendiri.

Sepanjang pengalaman kami menggunakan jasa ini, kami selalu mendapatkan supir yang santun pada penumpang maupun dalam berkendara. Malah beberapa diantaranya menyediakan camilan dan minuman gratis untuk penumpang.

Bagaimana dengan anak-anak? Karena dulu sudah terbiasa naik mobil, apakah menurut Anda anak-anak jadi suka naik mobil online? Ternyata tidak, lho. Mobil online ini justru pilihan transportasi yang paling tidak disukai oleh anak-anak. Apa mereka berasumsi mobil sewaan sama tidak nyamannya dengan angkot atau bajaj ya?

Yang paling sering dikeluhkan anak-anak adalah bau khas mobil atau AC terlalu dingin. Bedanya dengan mobil pribadi, kami sudah paham kebutuhan dan kesukaan anak-anak agar merasa nyaman di mobil. Jadi kami menyetel AC, menyediakan pengharum mobil favorit anak-anak serta berbagai perlengkapan yang diperlukan untuk membuat anak betah dalam mobil. Sedangkan jika menyewa mobil online, ya kami hanya bisa menerima apa adanya. Paling-paling yang bisa diusahakan adalah memilih mobil yang leluasa ukurannya, menghindari berangkat di siang hari yang terik serta memilih jalur yang tidak macet agar AC bisa dimatikan dan kaca mobil bisa dibuka sedikit sehingga anak-anak merasa lebih lega bernafas.

6. KRL (Kereta Rel Listrik)

Memaknai kegembiraan di tengah sedikit kerikil masalah transportasi
Transportasi favorit keluarga (Sumber: dokumen pribadi)

Wah, ini dia yang akhirnya dinobatkan sebagai alat transportasi terfavorit keluarga kami. Kalau versi anak-anak, karena bentuknya panjang, ruangannya besar, kursinya banyak, bisa bergelantungan dan jalannya cepat. Juga, bisa mengantarkan ke banyak tempat tujuan yang asyik bagi mereka. Mulai Stasiun Bogor sampai ke Ujung Utara Jakarta. Kalau bagi kami orangtuanya, kelebihannya ditambah dengan harga tiketnya yang murah jika dibandingkan dengan kecepatan dan kenyamanan yang diberikan.

Nyaman? Ya, mungkin kita sudah banyak membaca, mendengar atau mengalami sendiri suka-duka pengguna KRL. Tapi bagi kami, KRL adalah kendaraan yang paling menyenangkan. Untuk meminimalisir berurusan dengan kepadatan penumpang, kami berusaha memilih jam yang sekiranya tidak terlalu ramai. Namun,  walaupun akhirnya harus berdesakan dan berdiri di dalam KRL, anak-anak tetap bahagia kok.

Seringnya memang kami mendapat kursi prioritas karena terdiri dari anak-anak dan ibu yang memangku anak. Kecuali Suami tentunya ya. Beliau adalah pihak yang senantiasa siap berdiri dan kadang harus sambil menggendong 2 anak. Lha, pegangannya bagaimana? Ya tanpa pegangan. Hanya bersandar tiang atau otomatis dijaga oleh penumpang lain yang penuh sesak sehingga tidak bisa bergerak kemana-mana. Hihihi…

7. Kereta Api

Pemandangan dari balik jendela kereta api (Sumber: dokumen pribadi)
Pemandangan dari balik jendela kereta api (Sumber: dokumen pribadi)

Ini adalah moda transportasi pilihan kami untuk mudik. Pertimbangannya, jauh lebih murah daripada tiket pesawat terbang. Tempat duduknya pun lebih lega dibandingkan kursi di dalam pesawat. Biasanya kami menyewa jumlah kursi berlebih untuk kelas ekonomi, agar ada ruang ekstra untuk berselonjor dan berbaring. Bagi kami, kereta api kelas ekonomi sekarang sudah cukup nyaman. Bersih, ber-AC, penumpangnya pun rata-rata tertib. Tidak ada yang merokok sembarangan dan tidak ada pedagang/pengamen bersliweran dalam kereta.

Walaupun jarak tempuh kereta api sangat lama, yaitu 13 jam, namun anak-anak cukup bisa beradaptasi. Mereka bisa menikmati perjalanan sambil melihat pemandangan sawah, rumah, jalan raya dll. Mereka juga bisa bermain bersama atau tenang beristirahat jika bosan. Yang penting, camilan harus selalu siap sedia. Hehehe…

taawun
Masjid terkenal di daerah Puncak (Sumber: Google Street View)

Itulah sekilas pengalaman kami mengenal beberapa kendaraan yang baru kami rasakan saat pindah ke Bogor ini. Kota Bogor memang kota yang indah. Sayang sekali dilewatkan jika ada kesempatan untuk berkeliling mengunjungi titik-titik keindahannya. Tak heran jika kami sering menggunakan berbagai kendaraan yang ada guna menikmati pemandangan di kota ini. Bogor memang masih menjadi pilihan berlibur banyak orang terutama bagi warga Jabodetabek. Yang sering dikunjungi adalah daerah Puncak dengan hawa sejuknya dan pemandangan alamnya yang indah.

Berlibur Beramai-ramai? Naik Elf Saja

Elf, saksi perjalananku menuntut ilmu (Sumber: toyomas.com)
Elf, saksi perjalananku menuntut ilmu. (Sumber: toyomas.com)

Apakah Anda sudah pernah berlibur ke Puncak? Dengan siapa? Kendaraan apa yang Anda pakai? Berlibur beramai-ramai bersama kerabat ke daerah yang indah tentu sangat menyenangkan, ya. Jika Anda hendak berlibur ke Puncak bersama rombongan cukup besar, aku sarankan Anda menyewa mobil Elf saja.

Anak-anak sih, belum pernah merasakan naik mobil jenis ini. Tapi bagiku, mobil jenis ini pernah sangat akrab dengan keseharian saat bersekolah dan kuliah dulu. Sepanjang perjalanan ke dan dari sekolah/kampus, aku harus menjalani 3x ganti transportasi umum. Salah satu pilihannya ya mobil Elf ini.

Saat itu aku suka menjatuhkan pilihan pada mobil Elf karena interiornya super lega. Kita tidak perlu kawatir mudah terantuk atap mobil karena desainnya yang cukup tinggi. Selain itu, kapasitasnya bahkan lebih banyak daripada angkot. Walaupun sedang penuh dan mobilnya tanpa AC, aku tidak pernah mabuk di dalam Elf. Tidak ada bau yang menyesakkan karena banyaknya penumpang yang berebut oksigen, maupun gangguan aroma mesin atau bahan bakar. Berbeda sekali dibandingkan jika kita naik angkot atau bus umum. Dengan ongkos yang sama, tentu saja aku lebih suka menaiki Elf daripada yang lain.

Sedangkan untuk berlibur ke Puncak, selain Elf ini bisa memuat banyak orang sehingga kita tidak perlu menyewa 2-3 mobil, bahan bakarnya juga irit dan suspensi empuk. Ketangguhannya sudah banyak terbukti di medan berat seperti Puncak yang kadang licin oleh hujan, curam, berbatu dan berpasir.

Berlibur Beramai-ramai Bersama Toyomas

Toyomas, Solusi Transportasi Bersama (Sumber: toyomas.com)

Nah, bagi Anda yang berdomisili di Jakarta dan Bekasi, Anda bisa menghubungi Toyomas yang menyediakan jasa sewa Elf murah. Tentu saja Elf ini tidak terbatas hanya untuk berlibur ke Puncak saja. Anda bisa menggunakannya untuk pariwisata ke daerah lain, menghadiri acara bersama atau keperluan bisnis.

Selain harga sewa Elf yang murah, ada banyak kelebihan yang bisa Anda dapatkan dari Toyomas. Ini diantaranya:

  • Banyak pilihan. Toyomas menyediakan mobil Elf dengan berbagai kapasitas. Mulai dari 10, 12, 15, 19 hingga 29 kursi
  • Armada baru.  Pasti senang dong, naik mobil yang relatif baru. Karena kualitasnya masih terjaga. Toyomas selalu melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan mobil dalam performa yang maksimal baik dari segi mesin, suspensi, kaki-kaki dan bagian interior
  • Fasilitas lengkap. Setiap kendaraan yang disewakan Toyomas dilengkapi AC, TV LCD, audio, karaoke dan reclining seat. Jadi, perjalanan jauh pun terasa begitu nyaman dan tidak menjemukan
  • Supir jempolan. Toyomas menjamin untuk senantiasa menyediakan jasa pengemudi yang berpengalaman dalam mengemudi dan beretika dalam melayani pelanggan.

Wow, boleh juga ya penawaran jasa dari Toyomas ini. Anda siap mendapatkan pengalaman berkendara yang menyenangkan? Silakan hubungi Toyomas di:

  • Email : toyomastravel@gmail.com
  • Telp. : 021-29288059
  • HP : 0859-2501-7888

Selamat bersenang-senang!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway ‘Pengalaman Berkendara bersama Toyomas.com’ yang diadakan oleh Wamubutabi

Advertisements

6 thoughts on “7 Kendaraan yang Baru Kami Kenal di Jabodetabek

  1. Hallo Mbak,
    Salam kenal sebelumnya 🙂

    Terima kasih sudah mengikuti giveaway ini, Namun, berhubung jumlah peserta tidak memenuhi batas minimum, maka giveaway ini dengan sangat terpaksa harus saya batalkan.
    Akan tetapi, embak akan tetap mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi karena sudah mengikuti giveaway ini.

    Silahkan kirimkan nama dan no. HP ke email zaitun_hakimiah@yahoo.com

    Saya tunggu ya Mbak 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s