Bika Bogor Talubi, Lebih Sehat dan Lembut Menggoda

Sebagai orang yang sedang tinggal di Bogor, tak lengkap rasanya jika belum mencicipi semua kuliner khas kota ini. Karena tahun depan kami sekeluarga berencana untuk pindah lagi ke kota lain dan hanya bisa menikmati kerinduan pada Kota Talas.

Eh, talas? Ngomong-ngomong soal talas, umbi yang satu ini memang identik sekali dengan kota Bogor. Talas Bogor dikenal karena bentuknya yang besar. Nama latinnya saja Colocasia Giganteum Hook.

Selain dikonsumsi dengan pengolahan sederhana seperti dikukus atau digoreng, talas ini juga telah diolah menjadi aneka bentuk camilan. Olahan talas yang paling terkenal adalah Lapis Talas dan Keripik Talas.

15541550_10210444326618041_6871899222134641093_n

Eit, tapi sekarang ada lagi lho, alternatif lain oleh-oleh khas Bogor yang siap menggoyang lidah, yaitu Bika Bogor Talubi (Talas dan Ubi). Ya, Talubi adalah singkatan dari “talas dan ubi,” menunjukkan bahan utama dari bika ini.

Bika Bogor Talubi, Lebih Sehat

Wah, mengetahui bahan utama yang dipakai saja saya sudah sangat tertarik. Karena selain talas merupakan jenis bahan pangan yang menjadi ciri khas Bogor, demikian juga ubi yang dipakai dalam produk Talubi ini juga khusus. Ubi yang digunakan adalah Ubi Madu yang mudah kita nikmati dalam bentuk sudah dibakar/dioven di daerah Puncak, Bogor.

Dibandingkan Kue Bika yang umumnya terbuat dari tepung terigu, Bika Bogor dengan bahan dasar talas dan ubi sebagai pengganti tepung terigu ini menjadikannya lebih sehat daripada Kue Bika kebanyakan. Apa saja sih, keunggulan talas dan ubi?

15492271_10210444326378035_5068447267921113192_n

Secara umum, talas dan ubi memiliki khasiat yang mirip. Tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, namun juga kecantikan. Beberapa keistimewaan talas dan ubi antara lain:

1. Kalori Rendah
Kadar kalori talas dan ubi tergolong rendah yaitu 112 kkal untuk talas dan 103 kkal untuk ubi, atau 6% dari kebutuhan kita sehari-hari. Cocok sekali sebagai alternatif asupan karbohidrat bagi yang ingin berdiet menurunkan berat badan.

2. Kaya Serat
Ternyata kandungan serat talas dan ubi cukup tinggi lho. Setiap 100 gr talas yang dikukus tanpa garam mengandung serat 4,1 gr sedang ubi mengandung serat 4 gr. Hal ini membuat talas dan ubi dapat membantu melancarkan pencernaan dan membuat kita merasa kenyang lebih lama walau hanya sedikit memakannya. Ehem, alasan lain bagi yang ingin diet ya?

3. Indeks Glikemik Rendah
Walaupun talas dan ubi mengandung karbohidrat, namun dengan indeks glikemik rendah menandakan bahwa glukosa yang terkandung di dalamnya akan dilepaskan secara perlahan dalam darah. Hal ini menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga baik untuk penderita diabetes. Selain itu, sebagaimana serat, bahan pangan dengan indeks glikemik rendah membuat kita merasa lebih lama kenyang dan terhindar dari kelelahan yang sangat. Kita bisa mendapatkan energi tambahan dalam jangka waktu yang lebih panjang tanpa perlu menambah glukosa.

4. Mudah Dicerna

Bagi Anda yang memiliki masalah pencernaan, talas dan ubi adalah pilihan yang baik karena granula patinya yang berukuran kecil. Hanya sepersepuluh dari tepung kentang. Sehingga mudah dicerna dan diserap.

5. Menjaga Kesehatan Jantung
Hal ini disebabkan talas dan ubi memiliki kandungan lemak yang rendah, kadar kolesterol 0%, asam amino, Omega 3 serta vitamin E. Semuanya itu bermanfaat untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Kalium di dalamnya membantu mengatur detak jantung.

6. Mencegah Hipertensi
Karena talas mengandung kadar potasium yang tinggi yaitu 591 mg untuk setiap 100 gr talas kukus tawar, memenuhi 12,5% dari kebutuhan setiap hari. Kadar potasium ubi madu termasuk yang tertinggi dibanding bahan pangan lain, yaitu 694 mg. Sedangkan kadar sodiumnya justru rendah yaitu 11 mg pada talas dan 15 mg pada ubi. Artinya, kurang dari 1% dibandingkan kebutuhan sehari-hari.

7. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Talas matang dan tawar mengandung 6% vitamin C yang bersifat antioksidan. Sedangkan ubi madu kadar vitamin C-nya lebih banyak lagi. Memakannya 2x sehari akan memenuhi kebutuhan vitamin C kita seharian penuh. Antioksidan diperlukan untuk menetralisir racun dan menghindari dari serangan penyakit ringan seperti pilek dan demam.

8. Menjaga Kesehatan Otot, Syaraf dan Tulang
Dengan kandungan kalsium 46 mg dan magnesium 8% dalam setiap 100 gr talas dan ubi mentah, menjadikannya bermanfaat untuk menjaga kesehatan otot, syaraf dan tulang.

9. Mencegah Penuaan Dini
Berbagai nutrisi penting yang dimiliki talas seperti vitamin (A, B dan C), mineral (tembaga, mangan, seng, magnesium, kalsium, besi, selenium, kalium dan potasium) juga betakaroten dan kriptoxantin berguna untuk regenerasi sel dan mencegah penuaan dini.

10. Menyehatkan Gigi

Memakan talas mampu mengurangi kadar asam pada mulut, sehingga gigi tidak mudah rusak karena berlubang dan keropos.

Bagaimana? Ternyata talas dan ubi madu ini benar-benar alternatif bahan pangan yang layak dimasukkan dalam menu sehari-hari ya.

Bika Bogor Talubi, Lembutnya Menggoda

15589977_10210444324617991_4004718619031149149_n

Baiklah, talas dan ubi memang menyehatkan. Tapi eh tapi, kalau Kue Bika dari talas dan ubi? Bagaimana ya rasanya? Nah, penasaran kan? Sama. Makanya aku menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner satu ini untuk menjawab rasa penasaranku.

Bika Bogor Talubi ini tersedia dalam 4 varian rasa, yaitu: Talas, Ubi Madu, Nangka dan Pandan. Keempatnya  tersedia dalam bentuk loaf yang siap dipotong. Bingung juga memutuskan akan mencicipi yang mana dulu. Untung ada pilihan varian bika mini nih, yang berisi 3 rasa Bika Bogor Talubi dalam satu dus, yaitu: Talas, Pandan dan Nangka. Ubi Madunya mana? Sepertinya sudah terwakili dengan varian Nangka ya. Karena warnanya saja kuning, pasti bahan dasarnya adalah Ubi Madu, bukan talas. Hehehe… Beli deh.

15589520_10210446460671391_679385884715350925_n

Kemasannya menarik sekali ya desain, tata letak dan permainan warnanya. Maskotnya pun lucu, yaitu Keluarga Talubi yang terdiri dari Bapak Talas, Ibu Ubi beserta anak-anaknya.

Saat dusnya mulai terbuka sedikit, langsung menyeruak harumnya. Hmm… Yang paling dominan tercium sih aroma nangka. Setiap Bika Mini tertata di atas tatakan plastik tebal dan permukaan atasnya ditutup plastik bening. Satu dusnya berisi 10 buah Bika Mini dengan aneka warna.

Kuambil salah satunya dan lebih mendekatkannya ke hidung. Tercium aroma khas hasil pemanggangan adonan a la Kue Bika dengan wanginya gurih santan kental. Ah, langsung terbayang bagaimana rasanya. Dan nyes… Begitu digigit, benar saja tebakanku. Rasa Kue Bika! Ya iya lah… Hihihi…

Sekilas dari tekstur, bentuk serat dan rasanya memang tidak jauh berbeda dari Kue Bika kebanyakan. Namun jika diperhatikan dengan lebih seksama, akan terasa bahwa Bika Bogor Talubi ini lebih padat namun lembut dibandingkan Kue Bika yang umumnya bertekstur liat. Rasanya pun lebih legit. Bukan karena gulanya, tapi lebih kepada rasa talas dan ubi madu itu sendiri yang sangat memanjakan hidung dan lidah.

15400977_10210444325178005_324916709416113758_n

Diantara semua varian yang ada ini, aku paling suka yang kuning. Menurutku baunya paling harum, teksturnya paling lembut dan hasil panggangannya paling pas. Tidak terlalu lama sehingga warnanya masih cantik dan pinggirannya pun telah memiliki sensasi remahan yang renyah namun tidak terlalu kering sehingga secara keseluruhan tetap terasa lembut di mulut. Mungkin karena tersugesti berhubung memang aku sangat menyukai Ubi Madu ya. Hehehe..

15589727_10210444324257982_6410010034721706232_n

Bagaimana dengan anak-anak? Wah, mereka sih, langsung kegirangan dan mencoba semua rasa. Semuanya tidak ada yang tertolak hehehe… Mereka bahkan bermain tutup mata sambil menebak rasa bika yang diberikan. Hahaha… Seru! Berkali-kali mereka menggigit bika sambil bergumam, “Hmm… enak. Enak ini. Lembuuutt…”

15578758_10210444323977975_6308512470492187458_n-1

Senangnya berkenalan dengan salah satu oleh-oleh khas Bogor satu ini. Selain menggunakan bahan utama yang lebih sehat dan berkualitas, Bika Bogor Talubi juga tidak menggunakan bahan pengawet lho. Sehingga hanya bisa bertahan hingga 4 hari di suhu ruang. Terakhir cek, harga yang loaf 35.000 dan yang mini 29.000 rupiah saja. Ramah banget di kantong ya?

Jika Anda ingin mencoba, datang saja ke salah satu kiosnya ya. Alamatnya di:

  • Jl. Padjajaran 20 M Bogor
  • Jl. Soleh Iskandar No 18 B Bogor J
  • Jl. Raya Gadog Sebelah vimala Hills (Puncak-Bogor)

Jangan kawatir bingung menentukan pilihan rasa, karena di sana disediakan sampel untuk dicoba kok. Kalau sudah mencicipi masih bingung juga mau beli yang mana, ya beli saja semua sekalian untuk dibagikan ke tetangga dan saudara hehehe…

Selain Bika Bogor Talubi, di sini juga tersedia aneka oleh-oleh khas Bogor lainnya. Ada Lapis Talubi dengan pilihan rasa Talas dan Ubi, Cokelat serta Green Tea. Bahkan di kios yang beralamat di Puncak terdapat varian yang khusus dijual di sana yaitu Lapis Puncak Special Peuyeum. Selain itu juga ada Donat Ubi madu, Pia, Brownies Kukus Talas Original dan Ketan Hitam, Keripik Talas dan Keripik Kentang Ebi dalam 3 level pedas. Wah, siap-siap memborong ya! Mampir yuk ke Bika Bogor Talubi! Hari Minggu pun tetap buka lho.

Ada ubi, ada talas

Ada Talubi, Anda puas.

Advertisements

7 thoughts on “Bika Bogor Talubi, Lebih Sehat dan Lembut Menggoda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s