Begini Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma PlatinumSetiap ibu tentu pernah mengalami masalah Anak Susah Makan. Pada batas tertentu, sebenarnya ini masalah yang wajar terjadi. Sebagaimana kita orang dewasa pun kadang-kadang mengalami hal serupa.

Tentu saja, masalah ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Karena dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak. Pertumbuhan dapat terhambat, dimana anak susah bertambah tinggi dan berat badannya pun tetap atau justru menurun. Hal ini juga dapat mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit. Demikian pula perkembangan fungsi-fungsi organnya terganggu dan ketrampilannya tidak terasah dengan baik sehingga menghambat kecerdasan. Jika dalam waktu 3 bulan berturut-turut anak mengalami berat badan yang stagnan atau justru menurun, maka segera konsultasikan ke dokter.

Anak-anak hanya mengalami satu kali masa emas dalam hidupnya, yaitu pada rentang umur 1–6 tahun. Di mana pada masa ini otak berkembang paling pesat, yaitu 95% dari otak orang dewasa. Tak heran jika di masa ini anak perlu mendapat asupan gizi lebih banyak dibanding saat bayi. Karena daya jelajahnya yang semakin luas didukung oleh kemampuannya berjalan. Rasa ingin tahunya pun semakin besar dan membutuhkan banyak stimulasi untuk merangkai neuron-neuron kecerdasan dalam otaknya..

Apa Penyebab Anak Malas Makan?

Sayangnya, dalam rentang usia itu pula sering muncul masalah susah makan sehingga tumbuh kembang anak tidak ideal. Mengapa ya, anak jadi malas makan? Inilah beberapa alasannya:

Sakit

Pastikan anak tidak sedang dalam keadaan sakit sehingga jadi malas makan. Coba periksa suhu tubuhnya dan keaktifannya. Cek juga bagian dalam mulutnya. Mungkin ada bakal gigi yang sedang tumbuh, sariawan atau jamur yang mengganggu selera makannya.

Sedang Asyik Beraktivitas Lain

Ya, begitu mobilitas anak semakin meningkat dengan merangkak atau berjalan, minat anak untuk bereksplorasi pun semakin besar. Mereka lebih suka ke sana ke mari mencoba dan mengulik apa pun yang dilihatnya, ketimbang duduk manis untuk makan.

Kesan Negatif Terhadap Acara Makan

Bisa jadi karena sebelumnya anak merasa tidak nyaman saat makan. Mungkin alat makan yang kasar, makanan yang terlalu sulit digigit atau ditelan, atau sering dipaksa untuk mencoba dan menghabiskan suatu bahan atau seluruh makanannya.

Belum Lapar

Bisa jadi karena jarak jadwal makan yang terlalu dekat dengan jadwal makan, camilan atau minum susu/ASI sebelumnya. Perut anak butuh waktu untuk mengolah asupannya. Jika proses pencernaan ini belum selesai, maka perutnya belum lagi kosong sehingga belum merasa lapar. Bisa juga karena porsi makan sebelumnya terlalu banyak atau mengandung menu yang terlalu berat sehingga butuh waktu lebih lama untuk dicerna.

Mulai Memiliki Preferensi

Rasa ingin tahu anak yang semakin besar dan pengalamannya yang semakin kaya tentang makanan membuatnya mulai memiliki selera tersendiri. Mengenalkan berbagai bahan makanan saat MPASI tentu sangat bermanfaat agar anak mendapat gizi lengkap dari tiap jenis bahan. Namun tidak dapat dihindari, hal ini dapat pula mengantarkan anak untuk mulai membandingkan rasa dan memilih rasa yang disukainya. Wajar saja sebenarnya. Toh, kita sebagai orang dewasa juga pasti punya menu favorit masing-masing kan?

Terlalu Sering Diberi Cemilan Gurih Dan Manis

Nah, walaupun mengenalkan berbagai bahan dan rasa untuk anak itu sangat diperlukan, namun berhati-hatilah dengan gula dan garam. Jajanan yang gurih dan manis akan memberikan rasa yang salah terhadap selera makan anak sehingga malas memakan makanan yang rasanya lebih tawar. Padahal biasanya nilai gizi dari jajanan ini tidak mencukupi kebutuhan anak.

Bosan dengan Menunya

Walaupun anak sudah memiliki makanan favorit, bukan berarti hanya menu itu terus yang disajikan ya, Bu. Karena lama-lama anak akan bosan juga. Dan lagi, asupan nutrisi yang didapat jadi kurang lengkap jika bahan makanan yang dikonsumsi tidak variatif.

Tampilan Makanan yang Kurang Menarik

Apakah Anda masih menyajikan makanan untuk Si 1 Tahun dalam bentuk lumatan bubur atau nasi tim yang berisi aneka lauk dan sayur di dalamnya? Ingat, Bu, sejak umur 1 tahun anak sudah mulai bisa dikenalkan dengan makanan dalam sediaan yang sama dengan orang dewasa. Tekstur yang terlalu lembut dan bahan yang dicampur aduk akan membuatnya kurang bergairah untuk makan.

Bagaimana Agar Nafsu Makan Anak Stabil?

Bersabar adalah kunci utama menghadapi anak yang mengalami masalah susah makan. Disebutkan bahwa ibu yang tenang merupakan 80% solusi dari masalah kesehatan anak. Selanjutnya, Anda bisa menempuh beberapa Cara Mengatasi Anak Susah Makan berikut ini. Terapkan hal-hal berikut ini secara bertahap ya.

  • Susun jadwal makan dengan porsi dan komposisi makanan yang sesuai untuk usia anak. Aturlah kapan anak mengkonsumsi ASI, menu utama dan camilan dalam sehari. Hal ini untuk menghindari anak terlalu kenyang ketika memasuki waktu makan berikutnya. Terapkan jam yang sama setiap harinya dengan masing-masing waktu makan dibatasi maksimal 30 menit
  • Buatlah menu makanan yang sama dengan keluarga. Variasikan setiap pekan dengan menggunakan berbagai pilihan bahan
  • Pastikan rasa makanannya enak. Kombinasikan rasa makanan yang gurih dan manis dengan segarnya sayur dan buah
  • Tambahkan bahan alami yang dapat meningkatkan nafsu makan ke dalam makanannya. Misalnya dengan menambahkan sedikit bumbu kunyit, madu, kecap, bubuk tempe, bawang goreng dll
  • Ajaklah anak untuk fokus saat makan. Tentukan tempat khusus untuk anak menikmati hidangannya selama acara makan. Tidak berpindah-pindah, tidak melakukan kegiatan lain di saat makan dan matikan TV
  • Bangun suasana yang menyenangkan saat makan. Sediakan alat makan kesukaannya, hias dan bentuk makanan dengan menarik dan ceritakan manfaat setiap bahan makanan
  • Jika anak tidak menghabiskan makanannya hingga waktu makan habis, maka tidak perlu dipaksa dan tidak perlu dikompensasi dengan cemilan atau susu tambahan. Biarkan anak mengenal rasa lapar. Diharapkan pada jam makan berikutnya dia bisa lebih lahap makan. Berikan cemilan dan susu sesuai dengan jadwalnya masing-masing
  • Pilih jenis cemilan yang lebih sehat dibanding cemilan buatan pabrik yang mengandung zat perasa, pewarna dan aroma buatan
  • Berikan suplemen jika diperlukan dan telah dikonsultasikan dengan dokter. Utamakan produk herbal yang bebas dari pengawet.

Suplemen Apa yang Baik untuk Tumbuh Kembang Anak?

Laperma Platinum jawabannya. Dibuat dari Madu Afis Mellifera, sari Ikan Salmon, temulawak, temuireng dan berbagai bahan herbal berkualitas dan bebas pengawet. Laperma™ Platinum mengandung zat alami yang membantu mencegah datangnya penyakit, memberikan efek menyehatkan dan rasa bugar dari dalam tubuh.

Kualitas Bahan Terjamin

Madu yang digunakan dalam Laperma™ Platinum adalah Madu asli yang terjamin kualitasnya. Langsung diambil dari petani madu terpercaya. Terhindar dari campuran bahan lain yang berefek buruk bagi tubuh anak. Kualitas bahan lain pun demikian. Semua dikontrol kualitasnya dengan standar yang telah ditentukan.

Bahan Herbal Pilihan

Bahan dasar Laperma™ Platinum yang berasal dari alam tidak akan memberikan efek negatif bagi tubuh anak jika dikonsumsi berkepanjangan. Selain madu Apis Mellifera sebagai bahan utama, Sari Ikan Salmon, Temulawak, Temuireng dan Lempuyang akan membantu menjaga daya tahan tubuh anak.

Beragam Khasiat

Laperma™ Platinum sebagai nutrisi tumbuh kembang dan daya tahan tubuh anak memberi berbagai manfaat baik dari tiap bahan yang digunakan, menambah nafsu makan dan membantu proses penyembuhan.

Lolos Uji BPOM
Laperma™ Platinum yang telah memiliki Nomor Izin BPOM membuktikan bahwa produk ini telah memenuhi standar kualitas kesehatan produk anak di Indonesia. Nomor Registrasi BPOM Laperma™ Platinum adalah POM TR. 163 695 371. Perpaduan bahan-bahan herbal Laperma™ Platinum telah diracik dengan komposisi tepat yang telah diuji dan disetujui oleh BPOM, sehingga tidak ada efek samping walaupun dikonsumsi secara rutin.

Rasa yang Enak

Campuran herbal dalam Laperma™ Platinum hadir dengan sarat khasiat dalam rasa manis yang disukai anak-anak. Bahkan Laperma Platinum dapat dijadikan olesan selai, dicampur dengan susu atau diminum secara langsung.

Bagaimana? Sudah tidak galau lagi kan menghadapi anak yang malas makan? Yuk, langsung dicoba tipsnya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s