Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Dunia

Kebun Raya Bogor awalnya merupakan bagian dari ‘samida’ (hutan/taman buatan) yang disinyalir telah ada pada pemerintahan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Sunda, 1474-1513. Hutan buatan itu ditujukan sebagai tempat memelihara benih kayu yang langka untuk menjaga kelestarian lingkungan . Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten. Hingga pada tahun 1745, di salah satu sudutnya, Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan yang kini dikenal sebagai Istana Bogor.

Istana Bogor (Sumber: dokumen pribadi)
Istana Bogor tampak dari arah Kebun Raya (Sumber: dokumen pribadi)

Kebun Raya Bogor, Asuhan 5 Kebangsaan

Sejak awal terbentuknya, dalam sepanjang sejarah pembangunannya hingga kini, Kebun Raya Bogor melibatkan tangan-tangan para ahli botani dari berbagai negara. Hal ini memberikan sentuhan tersendiri yang menjadikan nuansa dalam Kebun Raya Bogor begitu klasik, beraneka dalam kesatuan yang indah.

Dengan tidak mengesampingkan kerja keras dari direktur yang lain, setidaknya inilah nama-nama yang cukup kental menjejakkan warna berarti pada Kebun Raya Bogor.

Sir Thomas Stamford Raffles

Setelah Belanda menandatangani Kapitulasi Tuntang dan menyerahkan semua daerah jajahannya di Indonesia kepada Inggris, Sir Thomas Stamford Raffles diutus negaranya untuk memerintah di Hindia Belanda pada tahun 1811-1816. Menempati Istana Bogor membuat pendiri Kebun Binatang London dan Kebun Raya Singapura ini bersama seorang ahli botani yang ikut membangun Kew Garden di London, bernama William Kent, tertarik untuk mengubah halaman belakang Istana Bogor menjadi sebuah taman.bergaya Inggris Klasik sesuai dengan tempat asal mereka.

Taman bergaya arsitektur Inggris memiliki keunikan tersendiri. Misalnya, tanaman di dalamnya kebanyakan berupa rumput dan pohon-pohon tinggi. Tanaman ditata berbelok-belok untuk memberi kesan luas sekaligus sebagai jalur sirkulasi udara.

Di sekitar bangunan Istana Bogor tersebut terlihat berbagai kombinasi tanaman bunga, palem, teh, rumput, elemen air, dan pohon besar lainnya disesuaikan dengan gaya klasik yang simetrik.

Raffles diketahui memang menaruh minat besar pada ilmu pengetahuan. Ia juga menggunakan taman ini sebagai tempat penelitian keanekaragaman flora di wilayah kekuasaannya, Hindia Belanda. Dengan berakhirnya perang antara Inggris dan Perancis-Belanda, Inggris kembali menyerahkan Hindia Timur kepada Belanda di tahun 1815 sesuai hasil Kongres Wina,.

Caspar Georg Carl Reinwardt

Pada tanggal 15 April 1817, Reinwardt mencetuskan gagasan untuk mendirikan kebun botani kepada Gubernur Jenderal G.A.G.P. Baron van Der Capellen. Kebun ini  akan digunakan sebagai tempat mengumpulkan bermacam-macam tumbuhan obat serta untuk mempelajari berbagai kekayaan flora di Nusantara untuk kepentingan negara Belanda. Usulnya disetujui dan Reinwardt mendapat lahan 47 hektar untuk mewujudkan idenya.

Pada 18 Mei 1817, Van der Capellen meresmikan lahan tersebut dengan ditandai menancapkan ayunan cangkul pertama dan diberi nama s‘Lands Plantentuin te Buitenzorg. Tanggal ini tercatat sebagai tanggal berdirinya Kebun Raya Bogor. Pembangunan kebun botani pun dipimpin oleh Reinwardt sebagai direktur pertama hingga tahun 1822, dibantu James Hooper dan William Kent. Selama masanya, kurang lebih 900 spesies tanaman dimasukkan ke dalam daftar koleksi tempat ini.

Dr. Carl Ludwig Blume

Katalog pertama berbagai jenis tanaman yang dikumpulkan Reinwardt baru diterbitkan di masa penggantinya, Dr. Carl Ludwig Blume, yang menjabat sebagai direktur tahun 1822-1826. Salah satu inventaris pohon yang ditanam di masa Blume tercatat sebagai pohon tertua di Kebun Raya Bogor saat ini, yaitu sebuah pohon Leci dari Cina (Litchi Chinensis Sonn). Pohon ini ditanam pada tahun 1823 dan masih berdiri tegak hingga sekarang walau sudah tidak berbuah lagi karena sangat tua. Tampak pohon Leci tersebut berada di tepi belakang Kolam Gunting, tepatnya sebelah kiri dari air mancur jika dilihat pada foto di bawah ini.

Pohon tertua di Kebun Raya Bogor (Sumber: dokumen pribadi)
Pohon tertua di Kebun Raya Bogor (Sumber: dokumen pribadi)

Pulau kecil di tengah kolam ini merupakan habitat puluhan jenis burung. Kita bisa menikmati merdu kicauannya mulai sore hari sampai dengan menjelang pagi hari.

Johannes Elias Teijsmann

Kebun Raya Bogor sempat mengalami masalah dana dalam pengembangannya dan posisi direktur pengelola kosong setelah Blume kembali ke Belanda. Baru pada tahun 1831, seorang ahli botani pada masa pemerintahan Johannes Van Den Bosch, yaitu Johannes Elias Teijsmann, mengambil alih kebun ini.

Pada tahun ke-7 masa jabatannya, ia mengangkat Justus Carl Hasskarl sebagai asisten. Hasskarl mengusulkan mengubah cara pengelompokkan tanaman di Kebun Raya Bogor berdasarkan taksonomi suku (familia), bukan jenis (spesies). Terjadilah pemindahan dan penanaman ulang sebagian koleksi dan memberinya label merah untuk menandai tanggal penanamannya. Beberapa pohon sudah terlalu besar untuk dipindahkan hingga dibiarkan tetap pada posisinya. Teijsmann dan Hasskarl juga menambah beberapa bagian dalam Kebun Raya ini, seperti perpustakaan Bibliotheca Bogoriensis yang didirikan tahun 1842.

Bibliotheca Bogoriense (Sumber: krbogor.lipi.go.id)
Bibliotheca Bogoriense (Sumber: krbogor.lipi.go.id)

Pada masanya, Teijsman mengeluarkan katalog terbaru koleksi Kebun Raya Bogor yang berisi 2,800 jenis tanaman hasil dari perjalanannya ke berbagai negara, 3 kali lipat dibanding masa awal berdirinya. Termasuk di dalamnya 4 bibit kelapa sawit dari Afrika Barat yang ditengarai merupakan indukan kelapa sawit pertama di Asia Tenggara.

Monumen Kelapa Sawit (Sumber: dokumen pribadi)
Monumen Kelapa Sawit (Sumber: dokumen pribadi)

Kebun Raya Bogor mendapat kiriman teratai raksasa dari Kebun Raya Amsterdam pada tahun 1860 dan ternyata berhasil tumbuh di sini. Dimana dalam habitat aslinya sendiri di hutan Amazon, teratai ini terancam punah.

Kolam Teratai Raksasa (Sumber: dokumen pribadi)
Kolam Teratai Raksasa (Sumber: dokumen pribadi)

Salah satu sudut menarik hasil penanaman di masa Teijsmann adalah sepasang pohon besar yang ditanam tahun 1866. Jadi usianya sudah 150 tahun. Sekilas mereka seperti pohon kembar, padahal sebenarnya berasal dari jenis yang berbeda. Yang berwarna gelap dan kekar adalah Pohon Meranti Bunga (Shore Leprosula) dari Sumatra, sedangkan yang berwarna terang dan lebih langsing adalah pohon Beringin Putih (Ficus Albipila King) dari Thailand.

Pohon Jodoh (Sumber: dokumen pribadi)
Sepasang Pohon Berbeda Bangsa (Sumber: dokumen pribadi)

Prof. Dr. Melchior Treub

Prof. Dr. Melchior Treub seorang ahli Botani berkebangsaan Perancis yang menjabat sebagai direktur Kebun Raya Bogor berikutnya di tahun 1880-1909. Pada masanya, Kebun Raya ini beralih fungsi dari sekadar pusat pengumpulan tumbuhan untuk ekploitasi menjadi lebih ke arah penelitian. Maka didirikanlah Laboratorium Botani pada tahun 1884 dan Zoologicum Bogoriense (Museum Zoologi) di tahun 1894.  Luas Kebun Raya bertambah dengan 60 hektar.

zoo
Museum Zoologi (Sumber: Google Street View)

Selain itu, Treub juga membangun Taman Tijsmann sebagai penghargaan atas jasa-jasanya. Taman ini berupa taman mawar bergaya Perancis dengan mengikuti pola taman formal Eropa yang ditata simetris.

Taman Teijsman (Sumber: krbogor.lipi.go.id)
Taman Teijsman (Sumber: krbogor.lipi.go.id)

Nama Treub diabadikan bagi salah satu laboratorium di dalam Kebun Raya Bogor. Dan rumah singgah dengan teras luas yang didirikan pada tahun 1914 untuknya dijadikan wisma tamu dengan nama Nusa Indah yang dapat disewa oleh umum. Di dalamnya akan terasa sekali suasana yang sejuk, asri dan tenang dengan berbagai perkakas khas zaman kolonial.

Laboratorium Treub (Sumber: krbogor.lipi.go.id)
Laboratorium Treub (Sumber: krbogor.lipi.go.id)
Wisma tamu Nusa Indah (Sumber: krbogor.lipi.go.id)
Wisma tamu Nusa Indah (Sumber: krbogor.lipi.go.id)
Teras Wisma Tamu Nusa Indah (Sumber: krbogor.lipi.go.id)
Teras Wisma Tamu Nusa Indah (Sumber: krbogor.lipi.go.id)

Bangunan-bangunan ini memiliki gaya arsitektur Barat yang disesuaikan dengan iklim Indonesia. Berbeda dengan kebanyakan bangunan di Eropa yang dindingnya berwarna gelap untuk menyimpan panas di tengah iklim yang dingin, maka bangunan di sini dindingnya berwarna putih atau kuning muda seperti bangunan kuno kantor-kantor di perkebunan. Bangunannya besar dan tinggi serta dindingnya sangat tebal untuk memberikan kesan megah dan monumental. Pada bagian atapnya terdapat cerobong asap yang di daerah asalnya berfungsi sebagai tempat pengeluaran asap dari tungku penghangat ruangan saat musim dingin. Namun di sini, cerobong asap tidak terlalu berfungsi.. Sudut atap lebih tajam dibandingkan gaya asalnya. Hal ini merupakan adaptasi terhadap daerah tropis agar air hujan di atap mudah turun.

Secara vertikal, bangunan dengan gaya ini meliputi 3 bagian, yaitu: kaki, badan dan kepala. Pada batas antara badan dan kepala biasanya terdapat hiasan tertentu dengan ukuran yang sederhana. Sedangkan secara horisontal, bangunan juga dibagi menjadi tiga, yaitu bagian tengah, sayap kiri dan sayap kanan yang terhubung dan simetris sebagaimana ciri bangunan klasik

Willem Marius Docters van Leeuwen

Sejak masa Treub, banyak peneliti dari berbagai negara berbondong datang ke tempat ini untuk melakukan penelitian. Jumlah koleksi terus berkembang hingga kebutuhan lahan semakin meningkat. Pada tahun 1927, lahan diperluas ke arah Timur melintasi sungai Ciliwung. Maka dibangunlah jembatan untuk menghubungkan area sebelumnya dengan area tambahan di seberang Sungai CIliwung..

Jembatan gantung (Sumber: krbogor.lipi.go.id)
Jembatan gantung (Sumber: krbogor.lipi.go.id)
Sungai Ciliwung di tengah Kebun Raya (Sumber: dokumen pribadi)
Sungai Ciliwung di tengah Kebun Raya (Sumber: dokumen pribadi)

Tahun 1929, Taman Astrid dibangun untuk memperingati peristiwa kunjungan Putri Astrid dan Pangeran Leopold dari Belgia yang sedang berbulan madu setahun sebelumnya. Taman ini terdiri dari kolam teratai raksasa, lapangan rumput tebal hijau nan luas dan dua jalur jalan yang dibatasi oleh sekumpulan bunga tasbih berwarna merah dan kuning dengan daun berwarna cokelat kehitaman yang melambangkan warna bendera negara Belgia. Nama Astrid diambil dari nama Sang Ratu Belgia.

Lapangan Astrid (Sumber: dokumen pribadi)

Taman Astrid (Sumber: dokumen pribadi)

Taman Astrid sangat terasa nuansa Inggrisnya. Di mana perpaduan elemen air pada kolam raksasa beserta air mancurnya, hamparan rumput yang luas, dihiasi warna-warni bunga tasbih yang diselingi aneka tanaman hijau di sana-sini semakin memperkaya penglihatan. Kesan yang langsung menerpa adalah harmonis, geometrik dan simetris tetapi tidak kaku dan tidak tertutup.

Takenoshin Nakai

Pada masa Jepang menduduki Indonesia, tentara Jepang sempat melirik Kebun Raya Bogor untuk memenuhi kebutuhan kayu. Namun Profesor Takenoshin beserta rekannya Kaneihira menolak dan gigih mempertahankan agar koleksi di Kebun Raya ini tidak diganggu.

Pengelolaan Oleh Indonesia

Pada tahun 1949 tempat ini kembali ke pangkuan bangsa Indonesia dan resmi diberi nama Kebun Raya Bogor. Direktur Indonesia pertamanya adalah Kusnoto Setyodiwirjo. Pengembangan dan penelitian flora terus dilanjutkan. Bahkan tidak hanya menjaga kelestarian tumbuhan, Kebun Raya Bogor juga menjaga kelestarian aneka satwa yang tinggal di dalamnya menjadi satu kesatuan ekosistem yang utuh.

Kebun botani terbesar se-Asia Tenggara ini memang layak menjadi cagar budaya. Bagaimana tidak? Dari sisi usia saja sudah jelas kebun raya ini telah berumur 2 abad lebih. Dari sisi kontribusinya terhadap kebudayaan dan ilmu pengetahuan pun sangat besar. Kebun Raya Bogor melibatkan banyak negara dalam pengembangannya dan telah mengoleksi 13.000 lebih jenis tanaman dari berbagai pelosok Nusantara bahkan dunia. Kebun Raya tidak hanya pantas menjadi cagar budaya, justru semestinya menjadi Pusaka Dunia dengan pengelolaan yang tepat.

Advertisements

2 thoughts on “Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Dunia

    1. hehehe.. iya… kalau belum dapat ceritanya, yang terlihat hanya pohon dan pohon.
      buat yang pertama kali berkunjung, sangat disarankan pakai fasilitas mobil wisata itu. nanti diajak berkeliling dan diceritakan gambaran umumnya. setelah itu baru eksplor lebih dalam bagian yang disukai.
      terimakasih atas kunjungannya, Bang Amin 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s