Pesona Batik Cual Menebar Di Pangkal Pinang

Keanekaragaman tekstil tradisional di seluruh penjuru Indonesia memang mengagumkan. Siapa sangka, ternyata provinsi Bangka Belitung pun memiliki kain tradisional khas daerahnya. Kain Cual namanya, atau yang dahulu dikenal sebagai Limar Muntok/Mentok. Muntok/Mentok adalah nama sebuah kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tempat Kain Cual pertama kali berkembang.

Kain Limar Bangka untuk bahu. Tenun ikat pada bahan sutra. Pewarnaan secara alami. Dilapis emas dengan karat tinggi. (Sumber: indonesiatravelingguide.com)

Makna Kata Cual
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, cual berarti sutra kasar yang belum selesai dipintal (diantih). Menurut bahasa setempat, kata ini mengacu pada proses celupan awal pada benang yang akan diwarnai. Namun seiring perkembangan waktu, cual menjadi suatu sebutan masyarakat Bangka Belitung terhadap kain tradisionalnya.

Sejarah Kain Cual

Bangka mempunyai kain cual sebagai kain adat yang sudah berkembang sejak abad XVI. Menenun cual awalnya merupakan aktivitas perempuan Bangsawan Muntok, Bangka Barat. Kebanyakan mereka adalah gadis-gadis tua yang belum menikah. Mereka malu ke luar rumah. Kesehariannya diisi dengan menenun kain cual.

Tahun 1914 hingga 1918, terjadi perang besar melanda Eropa yang menyebabkan terputusnya bahan baku tenun cual. Masuknya tekstil dari Cina menjadi pelengkap orang-orang Muntok meninggalkan kerajinan tenun cual.

Seiring dengan berdirinya Bangka Belitung sebagai provinsi tersendiri, masyarakat dan pemerintahnya pun mulai menggali dan mengembangkan identitas budaya asli milik Bangka Belitung. Salah satunya adalah Kain Cual ini.

Karakteristik Kain Cual

(Sumber: kidnesia.com)

Kain Cual merupakan perpaduan teknik tenun sungkit dengan tenun ikat, mirip dengan kain tenun songket khas Palembang. Namun, pengerjaan kain Songket Palembang lebih banyak menggunakan teknik sungkit, yaitu mencongkel dan mengaitkan benang dasar dengan benang metalik berwarna emas atau perak. Itulah sebabnya benang emas yang digunakan pada kain Songket Palembang pun lebih banyak.

Selain itu, Tenun Cual memiliki warna khas Melayu yang lebih cerah dibandingkan songket Palembang. Ragam motifnya pun tidak terbatas pada tumbuhan seperti bunga cempaka atau bunga cengkeh sebagaimana yang ada pada Songket Palembang. Kain Cual memiliki aneka motif yang terinspirasi dari flora dan fauna.

Salah satu ciri khas Kain Cual adalah berwarna cerah (Sumber: indonesiakaya.com)

Biasanya Kain Cual masih menggunakan pewarna alami agar tidak mudah luntur. Misalnya, warna merah pada benang didapat dari perebusan kayu sepang. Sedangkan warna kuning berasal dari kunyit. Untuk menjaga agar warna pada benang tahan lama, maka ditambahkan tawas pada waktu pencelupan benang.

Aneka Motif Kain Cual

Salah satu daya tarik Kain Cual adalah motifnya yang seakan timbul jika dipandang dari kejauhan. Jenis motif Tenun Cual ada yang berupa susunan motif bercorak penuh (Pengantek Bekecak) maupun motif ruang kosong (Jande Bekecak).

Sedangkan untuk benang emasnya terdapat 2 jenis motif, yaitu: tepus dan taber. Tepus adalah motif benang emas yang rapat dan mendominasi permukaan kain’. Sedangkan motif emas yang tersebar disebut taber (tabur).

Beberapa motif Cual yang telah resmi dipatenkan oleh pemerintah yakni Kembang Kenanga, Bebek dan Kembang Sumping, Ubur-Ubur, Merak, Gajah Mada 2003, Kembang Setangkai dan Kembang Rukem, Bebek Setaman, Kembang Rukem serta Kembang Setaman. Masih banyak juga motif yang lainnya dan masing-masing memiliki keunikan serta ciri tersendiri seperti: Kucing Tidur, Burung Hong, Bunga Cina, Naga Bertarung ataupun motif yang diilhami dari tumbuhan perkebunan dalam kehidupan masyarakat Bangka Belitung, yaitu: lada, cengkeh dan lain-lain. Sedangkan pada tepi kain biasanya dibuat motif tumpang, segitiga atau segitiga terputus yang disebut Pucuk Rebung.

Motif Kembang Sumping (Sumber: travel.detik.com)

Setiap motif Kain Cual mempunyai filosofi tersendiri. Beberapa arti dari motif yang ada di dalam Kain Cual, antara lain:

  • bunga melambangkan kesucian, keanggunan, rezeki dan segala kebaikan
  • bebek melambangkan persatuan dan kesatuan
  • naga melambangkan kegagahan dan keperkasaan
  • burung, ayam, dan motif hewan lainnya melambangkan rezeki.
  • pucuk rebung (bambu muda) melambangkan harapan yang baik untuk tumbuh.

Selain itu, secara tradisi, warna Kain Cual menunjukkan peruntukan dari penggunaan kain tersebut. Misalnya:

  • warna kuning hanya diperuntukkan bagi raja dan ratu
  • warna merah marun untuk gadis remaja yang belum menikah
  • warna merah terang melambangkan kebahagiaan dan diperuntukkan bagi pengantin
  • warna ungu terung diperuntukkan bagi wanita yang sudah berkeluarga
  • warna hitam sebagai penutup jenazah keturunan raja.

Perkembangan Kain Cual Masa Kini

Kain Cual dulunya dipakai untuk acara adat sebagai pakaian kebesaran dan kebanggaan di lingkungan bangsawan Muntok. Lambat laun, kain ini pun menyebar ke kalangan rakyat biasa.

Sejak Provinsi Bangka Belitung berdiri sendiri, masyarakat dan pemerintah daerahnya berusaha terus mengembangkan Kain Cual sebagai salah satu kekayaan budaya khas daerah.

Dengan sistem tenun manual dan proses pembuatan yang memakan waktu lama, harga Kain Cual menjadi sangat mahal. Hal ini tentu sangat menghambat usaha untuk memasyarakatkan Kain Cual.

Karena itu, selain tetap memproduksi Tenun Cual secara tradisional, dikembangkan pula pola produksi Kain Cual secara masal dengan pabrik. Motif pada Kain Cual tidak hanya diproduksi dengan cara ditenun, namun juga menggunakan cara pembatikan. Baik itu batik tulis, cap, printing maupun kombinasi dari beberapa metode membatik.

Bahannya pun tidak melulu sutra yang mahal. Bisa juga menggunakan bahan lain, seperti: polyester, katun atau serat kayu. Selain menggunakan benang yang dicelup emas asli 18 karat, juga digunakan benang emas sintetis sebagai pelengkapnya untuk menekan harga produksi agar lebih terjangkau oleh masyarakat luas. Muncullah produk tekstil khas Bangka Belitung yang baru, yang disebut Batik Cual.

(Sumber: indonesiakaya.com)

Strategi ini rupanya berhasil menyebarkan potensi budaya Kain Cual untuk semakin dikenal dan dikenakan masyarakat di daerahnya maupun di kota-kota lain di Indonesia. Kain yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung ini kini telah menjadi seragam di beberapa Sekolah Dasar dan kantor-kantor pemerintahan. Bahkan, setiap kabupaten kota punya warna dan motifnya sendiri. Contohnya saja, PNS Belitung Timur memakai batik warna merah motif Bebek-Bebekan. Sedangkan PNS Bangka Barat menggunakan motif Burung Hong. Dan Bangka Selatan memakai Batik Cual bermotif lada.

Apakah sedari tadi mata Anda berbinar-binar melihat rentetan Kain Cual yang elegan ini? Jika Anda berkeinginan untuk menjadikan Kain Cual sebagai salah satu cinderamata yang dibawa dari sini, Anda bisa memperolehnya di kota Pangkal Pinang. Pangkal Pinang secara aktif mendukung pengembangan karya seni Kain Cual. Mampirlah ke rumah Ibu Ishadi yang juga dijadikan sebagai tempat pembuatan kain cual. Letaknya di Jl. Jendral A. Yani no 46, Pangkal Pinang 33126. Selain berbelanja Kain Cual di sini, kita juga bisa menyaksikan dan mempelajari proses produksinya.

ishadi
Lokasi Batik Cual Ishadi (Sumber: Google Street View)

Selain itu, Gubernur juga telah meresmikan Galeri Destiani sebagai toko serba ada untuk memperoleh aneka hasil kerajinan khas Bangka. Galeri ini menyediakan aneka batik dan tenun khas Bangka Belitung, batik nusantara, aneka rajutan, hiasan kerang, batu satam dan berbagai oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat tercinta. Bertempat di Jalan Adiyaksa No 3 Kacang Pedang, Pangkal Pinang.

destiani
Galeri Batik Destiani (Sumber: Google Street View)

Kain Cual telah menjadi salah satu daya tarik pesona Pangkal Pinang. Jadi, sudah siap berburu Kain Cual di Pangkal Pinang untuk melengkapi koleksi kain tradisional Anda?

#pesonapangkalpinang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s