Mengecap Kenyamanan Dan Kelezatan Tanjungpinang Sejak Di Gerbangnya

Tanjungpinang atau sebelumnya disebut Tanjung Pinang (disingkat Tg. Pinang) adalah ibukota Kepulauan Riau. Lokasi tepatnya di Pulau Bintan. Sebagai tempat tujuan wisata, sepertinya nama Pulau Bintan lebih terkenal daripada nama Kota Tanjungpinang sendiri ya.

Saya sendiri belum pernah ke sana. Bagaimana kalau kita berselancar ke dunia virtual untuk mengenal lebih dekat tentang kota Tanjungpinang ini?

Bandara Raja Haji Fisabilillah

Jika saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Tanjungpinang, kemungkinan besar saya akan mengambil jalur udara. Dari Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), kita bisa langsung menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang) dengan lama penerbangan 1 jam 20 menit. Ada 3 maskapai yang melayani rute tersebut, yaitu: Batavia Air, Lion Air, dan Sriwijaya Airline.

(Sumber: Twitter RHF Airport)

Nama Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) mungkin masih asing di telinga. Sebelumnya bernama Bandar Udara Kijang. Nama bandara ini diambil dari nama Raja Haji Fisabilillah, salah seorang pahlawan nasional. Dari dulu statusnya adalah bandara internasional. Sejak Kepulauan Riau resmi menjadi provinsi baru di Indonesia, pembangunan menjadi pesat di kota Tanjung Pinang termasuk pada bandara ini.

Walaupun ukurannya relatif kecil, namun bandara ini cukup nyaman lho mengingat fungsinya sebagai bagian dari rangkaian perjalanan kita. Mau intip bersama saya? Arsitektur bandara RHF ini bergaya modern dengan corak melayu dan nuansa alami.

(Sumber: Detik.com)

Yang menyenangkan bagi ibu beranak banyak seperti saya adalah tersedianya area bermain dan ruang menyusui yang apik di sini.

(Sumber: Twitter RHF Airport)
(Sumber: Twitter RHF Airport)

Selain itu, juga ada fasilitas internet serta WiFi gratis di seluruh terminal. Disediakan pula pojok untuk pengisian baterai telepon genggam.

(Sumber: Twitter RHF Airport)

Tepi Laut

Begitu sampai di bandara, sebagai awalan untuk mengenal wajah kota Tanjungpinang, saya akan melanjutkan perjalanan melalui darat menuju Tepi Laut dengan menggunakan taksi. Taksi di sini tidak menggunakan argometer. Sehingga tarifnya berdasarkan kesepakatan bersama. Biasanya dimulai dari 70.000 rupiah. Atau bisa juga menyewa mobil untuk seharian. Harga sewa mobil biasanya mulai dari 300.000 rupiah.

Tepi Laut adalah sebuah waterfront city di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Tepi Laut memberikan pemandangan perairan Selat Riau, Pulau Penyengat, Pulau Paku, Pulau Terkulai, Pulau Los, Senggarang, dan Kampung Bungis. Tepi Laut membentang dari Jalan H. Agus Salim menuju Jalan Hang Tuah hingga ke Jalan S.M. Amin atau Jalan Samudera.

Melihat foto sepanjang Tepi Laut di Google Street View benar-benar membuat saya takjub dibuatnya. Coba perhatikan ini:

tepi laut

tepi laut2

tepi laut6
Tugu Gonggong

Bagaimana saya tidak langsung jatuh cinta dengan tempat ini? Anda merasakan hal yang sama? Apalagi di sepanjang Tepi Laut ini terdapat beberapa area kuliner seperti Anjung Cahaya, Melayu Square dan Ocean Corner. Belaian citarasa di lidah berpadu dengan sapuan angin laut. Belum lagi jika waktunya tepat menjelang matahari terbenam. Siapa yang tidak akan akan tergoda untuk berlama-lama di sana? Rata-rata menu yang disajikan di sini adalah makanan laut dan makanan khas Melayu.anjung MELAYU SQUARE

Selain menyediakan berbagai kuliner, Ocean Corner juga merupakan pelataran tempat diadakannya Lomba Perahu Naga yang diselenggarakan setiap pertengahan November.

(Sumber: http://www.tanjungpinangpos.co.id)

Kuliner Khas Tanjungpinang

Apa saja menu khas dari kota ini? Tentu saja sangat banyak. Namun inilah beberapa kuliner yang aku sangat penasaran ingin mencicipinya di sini.

  • Nasi Lemak
    Nasi lemak adalah makanan khas melayu yang dimasak menggunakan santan. Sepertinya lauk yang wajib adalah ikan bilis, telur rebus serta sambal. Ditambah dengan pelengkapnya berupa kacang dan irisan mentimun.
(Sumber: http://rajahajifisabilillah-airport.co.id)
  • Mi Lendir
    Ini adalah mi rebus yang disajikan dengan tauge kemudian disiram kuah kacang dengan taburan bawang goreng dan cabe rawit serta lauk telur rebus. Kuah kacang kental yang manis dan gurih inilah yang membuatnya disebut Mi Lendir. Biasanya harganya sekitar 10.000 rupiah saja.
(Sumber: http://rajahajifisabilillah-airport.co.id)
  • Gonggong
    Gonggong adalah satwa laut sejenis siput yang disebut hanya hidup di perairan sekitar Kepulauan Riau. Saya sih suka makan kerang rebus. Apakah gonggong ini juga bisa menjadi makanan favorit saya? Untuk menikmatinya, disediakan tusuk gigi sebagai pencungkil dan bumbu bercabai atau bumbu kacang sebagai temannya.
(Sumber: http://rajahajifisabilillah-airport.co.id)
  • Otak-Otak

Makanan laut dari ikan atau cumi-cumi yang dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu dan dibakar menggunakan daun kelapa. Rasanya gurih, kenyal, dan pedas. Makanan ini banyak dijajakan di sekitar pelabuhan atau pasar.

  • Roti Prata
    Kuliner satu ini memang terpengaruh dengan budaya India. Terdapat 2 jenis prata di kota ini, yaitu: prata kosong dan prata isi. Isinya bisa berupa sarden, daging sapi atau ayam.
(Sumber: maemyuk.com)
  • Roti Jala

Selain itu, ada juga varian roti prata yang disebut roti kirai atau roti jala. Karena bentuknya yang bersarang khas seperti jala yang biasa digunakan para nelayan untuk menangkap ikan. Roti ini terbuat dari adonan terigu dan telur yang dimasak tipis dan dituang secara acak sehingga berbentuk jala.

(Sumber: http://rajahajifisabilillah-airport.co.id)

Roti prata dimakan bersama dengan kuah kari atau kecap dan cuka. Sajian ini mudah sekali kita temukan terutama di bulan Ramadan. Harganya pun relatif murah. Sekitar 5.000 rupiah saja per porsinya.

  • Kopi O, Teh O dan Teh O Beng
    Kalau dari tadi saya menyebutkan berbagai jenis makanan khas dari Tanjungpinang yang ingin saya cicipi, maka kali ini kita melirik minumannya ya.
(Sumber: http://rajahajifisabilillah-airport.co.id)

Kopi O dan Teh O adalah sebutan untuk kopi panas dan teh panas di sini. Sedangkan Teh O Beng sebenarnya merupakan teh manis dengan es biasa. Dari mana nama ini berasal? Menurut The Beauty of Nature: An Essential Guide to Explore Kepri, dahulu nama ini berasal dari kata teh apeng. Peng artinya adalah es. Namun kemudian lidah lokal mengganti kata peng menjadi beng. Jadilah nama Teh Obeng yang mengacu pada hidangan Es Teh Manis ini pun populer di Kepulauan Riau.

  • Teh Tarik
    Minuman ini umumnya diracik oleh mereka yang beretnis India. Biasanya dinikmati bersama nasi lemak atau roti prata.
(Sumber: http://melyadantari.blogspot.co.id)

Teh tarik adalah teh yang dicampur dengan susu kental manis. Busa yang menghias bagian atas teh dihasilkan dengan cara menuangkan ramuan ini dari satu gelas ke gelas lainnya secara berjauhan seperti ditarik. Teh dan susu menjadi semakin tercampur rata dan aromanya pun semakin keluar. Penarikan ini juga membantu mendinginkan suhu minuman.

Setelah puas makan dan minum, jangan lupa cuci tangan ya. Uniknya, hampir semua tempat makan di Tanjungpinang menyediakan alat untuk mencuci tangan berupa teko dan sebuah wadah di bawahnya. Jadi kita meletakkan tangan kita di atas wadah, lalu menuangkan air teko untuk mencuci tangan kita. Wadah di bawahnya berfungsi sebagai tempat menampung air bekas cuci tangan.

(Sumber: https://2dheart.wordpress.com)

Bagaimana? Menakjubkan ya ternyata mengenal kota Tanjungpinang ini. Padahal kita baru mengintip bagian depannya. Jadi bersemangat untuk terus berselancar mengulik kejutan-kejutan berikutnya dari kota Tanjungpinang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s