Mengapa Menyusui Tandem?

Aku hamil anak kedua saat anak pertamaku, Nadia, berusia 13 bulan. Karena tidak ada masalah yang berarti, aku tetap menyusui Si Sulung selama hamil dan berlanjut menyusuinya bersama adiknya begitu lahir. Sebab saat adiknya lahir, usianya belum genap 2 tahun, tepatnya masih 22 bulan. Itulah awalnya aku memutuskan untuk menyusui 2 anak sekaligus atau yang biasa disebut dengan menyusui tandem. 

Kehadiran adiknya di tengah masa menyusui yang masih menjadi haknya membuatku bertekad untuk tetap memberinya ASI. Karena aku tak ingin dia merasa tersisih dan tidak lagi dicintai. Secara fisik pun tubuhnya masih membutuhkan ASI.

Begitu adiknya lahir, Nadia diajak menjenguk oleh neneknya. Setelah melihat adiknya dalam boks, dia pun didudukkan di atas ranjang, di dekatku. setelah wajahnya tampak lega karena melihatku baik-baik saja, pandangannya pun beralih ke nasi sate di meja samping ranjang, lalu memintanya. Hahaha… Lega rasanya mengetahui dia bisa menerima kehadiran adiknya, memiliki perasaan yang positif terhadapku dan bisa mengalihkan keinginannya terhadap ASI dengan alternatif lain.

Namun aku menyadari bahwa selalu ada kemungkinan Nadia tidak secepat itu bisa bertahan dalam kondisi yang sama sekali berubah. Karenanya, aku berusaha untuk tak terlalu lama di klinik agar bisa segera menemaninya beradaptasi dengan situasi baru yang dia hadapi.

Benar saja. Sesampainya aku di rumah, Nadia meminta ikut minum ASI ketika melihat aku menyusui adiknya. Aku pun mengajak dia minum ASI bersama adik barunya itu.

Manfaat Menyusui Tandem

Bagiku, menyusui tandem sangat bermanfaat dan memperingan tugasku sebagai orangtua. Karena itulah aku selalu menjadikannya pilihan sejak kelahiran anak keduaku dan terus berlanjut secara estafet hingga sekarang anak kelima. Berikut ini beberapa diantara manfaat dari menyusui tandem yang aku rasakan:

  • Membantu stimulasi keluarnya ASI setelah melahirkan. Diharapkan ASI pertama bisa lebih cepat keluar karena bagaimana pun isapan anak yang minum ASI lebih kuat dan efektif dibandingkan siapa pun dan alat apa pun. Hal ini dapat mengurangi kegelisahan menunggu ASi keluar seperti yang aku alami saat pertama kali menyusui dulu
  • Melimpahnya ASI karena diproduksi untuk memenuhi kebutuhan 2 anak. Alih-alih kawatir ASI kurang jika harus dibagi untuk 2 anak, justru sebenarnya mekanisme produksi ASI adalah semakin banyak dikeluarkan akan semakin banyak pula diproduksi
  • Memperlancar aliran ASI karena selalu disedot kuat oleh kakak, sehingga mengatasi masalah payudara bengkak ketika produksi berlimpah di masa awal menyusui karena belum bisa menyesuaikan jumlah produksi dengan kebutuhan, dan mengatasi masalah penyumbatan saluran ASI
  • Memenuhi hak ASI bagi kakak, yaitu selama 2 tahun atau lebih
  • Memberi sumbangan kekebalan tubuh tambahan untuk kakak, karena ia kembali mendapatkan kolostrum sebagaimana adiknya
  • Melejitkan pertumbuhan kakak, karena mendapat asupan ASI eksklusif yang mengandung lebih banyak lemak
  • Memperkuat ikatan emosional antara kakak dan adik. Saat minum ASI bersama, mereka sering berinteraksi sambil merasakan kenyamanan secara oral yang memang masih merupakan cara yang mendominasi pada fase usia keduanya
  • Mengurangi kadar persaingan antara kakak dan adik. Kakak tetap merasa disayang dan tidak terlalu dalam menyimpan rasa cemburu atas kehadiran adiknya
  • Mengajarkan konsep berbagi sejak dini bagi kedua kakak beradik.

13901510_10209146180125190_4021026680810635841_n

Tantangan Saat Menyusui Tandem

Tentu saja menyusui tandem bukan hal yang mudah. Jika untuk menyusui satu anak saja terkadang ibu mendapatkan ganjalan, apalagi jika menyusui 2 anak. Perlu komitmen tinggi, persiapan fisik dan mental serta tentu saja pengetahuan tentang menyusui tandem. Apa saja tantangannya? Ini beberapa diantaranya:

  • Menjaga kesehatan. Menyusui tandem membuat fisik lebih cepat lelah karena harus menyangga 2 anak sekaligus. Selain itu, tentu saja membuat lebih cepat merasa lapar dan haus dibandingkan dengan menyusui satu anak. Menjaga asupan gizi yang masuk serta keseimbangan antara aktivitas dan istirahat mutlak diperlukan oleh ibu yang menyusui tandem
  • Merelakan waktu yang didominasi dengan aktivitas menyusui dan segala efeknya. Makan, minum dan istirahat hanya agar bisa menyusui kembali lkedua anak pada waktu berikutnya
  • Menangkis berbagai mitos tentang menyusui tandem. Ada yang mengatakan, adik bayi akan kekurangan gizi kalau harus berbagi ASI dengan kakaknya. Atau justru sebaliknya, kakaknya akan kalah pintar dengan adiknya. Yang mana pun itu, tidak terbukti pada anak-anakku. Alhamdulillah, mereka semua tumbuh sehat, jarang sakit, dan masing-masing memiliki kecerdasan yang berbeda satu sama lain sehingga tidak dapat dibandingkan. Suatu perkara yang juga akan terjadi pada kakak-beradik mana pun, kan?
  • Mengatur posisi menyusui. Utamakan adiknya mendapatkan posisi menyusui yang nyaman terlebih dahulu, baru kemudian kakaknya menyesuaikan. Karena bayi lebih membutuhkan ASI untuk tumbuh dan berkembang, sementara kakak lebih memanfaatkan kegiatan menyusui untuk kebutuhan psikisnya. Ada beberapa posisi menyusui 2 anak yang dapat diterapkan saat menyusui tandem. Hal ini juga berlaku untuk bayi kembar
  • Memberi pengertian kakak tentang menyusui di tempat umum. Kadang kita kesulitan menemukan ruang menyusui di tempat umum. Karena itu, kakak perlu dipersiapkan untuk memahami agar tidak meminta ASI di tempat umum, karena sulit untuk melindungi keduanya saat minum ASI bersama.
(Sumber: hdydi.com)

Bagaimana? Anda lebih yakin dan siap untuk menyusui tandem? Selamat merayakan Pekan ASI Dunia ya!

Advertisements

2 thoughts on “Mengapa Menyusui Tandem?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s