Opung Dan Nenek Berlibur Ke Rumah Kami

Hai, bagaimana kamu merayakan lebaranmu kali ini? Idul Fitri tahun ini kami rayakan dengan agak berbeda dari kebanyakan orang. Kami sekeluarga tidak mudik karena kesibukan dan keterbatasan dana. Maklum, mudik bagi kami artinya aku dan suami juga harus membawa kelima anak kami. Alhamdulillah, kedua orangtua kami memahami, bahkan berencana mengunjungi kami di perantauan selepas 2 minggu setelah hari raya untuk menghindari arus mudik dan arus balik yang padat. Jadilah cerita tahun ini bukan seperti karangan di jaman SD dahulu yang biasanya berjudul “Berlibur Ke Rumah Nenek,” namun justru sebaliknya hehehe…

Menjelang Keberangkatan

Sempat kawatir juga beliau berdua akan batal datang kemari. Ketika seminggu sebelum jadwal keberangkatan, kami mendapat kabar bahwa nenek sakit vertigo karena kolesterolnya kambuh. Rupanya beliau diam-diam makan gule kambing. Arrgh…!

Alhamdulillah menjelang hari H-nya, nenek sudah pulih dan siap berkemas. Kami pun di sini bersemangat membereskan setiap sudut rumah. Karena nenek sangat suka kebersihan. Nadia, putri sulungku yang berusia 10 tahun, bahkan telah siap memakai busana muslimah lengkap sejak sore sebelumnya, agar bisa langsung keluar menyambut kedatangan Opung dan Nenek nantinya.

Sstt… Sebenarnya kedua orangtua kami berniat merahasiakan kedatangannya ke sini. Namun rupanya kakakku tanpa sengaja membocorkan rencana ini. Jadi kami diminta pura-pura terkejut agar kedua orangtua kami merasa rencananya berhasil hehehe… Anak-anak pun menyiapkan sandiwara kecil tentang bagaimana reaksi mereka saat Opung dan Nenek datang. “Lho, Opung dan Nenek kok datang?” “Aku nggak tahu kalau Opung dan Nenek datang,” “Aku kira Opung dan Nenek tidak datang.” Ah, malah jadi aneh hihihi… Sebenarnya, walaupun mereka sudah tahu bahwa Opung dan Nenek akan datang, secara natural tetap saja nanti mereka akan heboh menyambutnya. Namun, berhubung mereka membaca isi pesan dari kakakku, mereka malah jadi berusaha untuk bersandiwara hehehe… Dan ternyata, nenek pun memberitahukan keberangkatannya begitu kereta api yang dinaikinya bergerak maju. Batal deh sandiwaranya hihihi…

Opung dan Nenek Datang!

Setelah Opung dan Nenek salah jalur, dilanjutkan salah kereta dan lalu salah memilih pintu keluar stasiun, akhirnya sampai juga beliau berdua di rumah kami.

Taraaa…! Seisi rumah menyambut gembira. Salah satu koper troli pun dibongkar, yang ternyata isinya penuh dengan makanan dan minuman oleh-oleh. Bayi yang sempat bengong karena belum hafal dengan Opung dan Nenek akhirnya melebur juga dalam cengkrama bersama.

13754495_10209065508068439_6286114426030567185_n

Hari-Hari Bersama Opung dan Nenek

Alhamdulillah, di hari kedatangan Opung dan Nenek, tukang sayur memberikan bonus lebaran berupa wajan aluminium. Hal ini mampu mengalihkan protes Nenek terhadap alat masakku yang serempak berjelaga itu hihihi…

13873247_10209109367764904_2419662040194364722_n

Dan mulailah hari-hari kami yang semakin berwarna diisi dengan kehadiran Opung dan Nenek. Nenek yang tidak bisa tinggal diam memenuhi hasrat suka beberesnya, berbelanja, foto-foto cucu, menonton excavator yang sedang meratakan bangunan di depan rumah kami, memijati cucunya hingga ketiduran, membangkitkan selera makan Sang Bayi yang sudah lama malas makan melalui suapannya, bahkan mengajari Bilqis yang bulan depan genap 6 Tahun menulis angka 1-10 dan ternyata dalam tempo beberapa menit saja sudah bisa padahal sebelumnya tidak.ada yang mengajari. Karena beberapa pekerjaan rumah ditangani oleh Nenek, aku pun jadi memiliki tambahan waktu untuk menulis blog hehehe…

13872725_10209113717913655_4244341954987851874_n

Sementara Opung sukses menjadi teman kencan Daffa berkeliling membeli makanan kesukaannya yaitu nasi goreng serta membuka salon dadakan buat anak-anakku.

13669203_10209109320563724_240475939746082444_n

Esoknya, kami sepakat untuk nobar alias nonton bareng. Menonton apa nih? Tentunya bukan sekadar menonton excavator di depan rumah ya hehehe… Maka Sang Ibu Suri yaitu Neneklah yang paling berhak memilih. Dan dengan antusiasnya beliau meminta untuk menonton… siaran langsung sidang kasus kopi bersianida di TV! Hahaha… Berhubung kami tidak memiliki televisi, jadilah kami menontonnya melalui streaming di internet.

13654391_10209085037516663_3529556651040816015_n

Jalan-Jalan ke Kuntum Farm Field

Hari berikutnya, kami pun jalan-jalan ke Kuntum Farm Field. Karena Nenek suka pemandangan alam dan anak-anak suka sekali dengan aktivitas yang disediakan di sana, seperti: memberi makan/minum hewan, menangkap ikan, bercocok tanam, berkuda dll. Selain itu, di sana ada fasilitas yang paling disukai Nenek yaitu fish spa.

Menurut nenek, fish spa di sini lebih terasa dibanding yang di mal-mal. Karena ikannya lebih besar dan banyak. Setelahnya, telapak kaki terasa seperti tersengat listrik dan menghangat kemerahan. Anak-anak saja sampai ingin ikut merasakan sensasinya.

13886460_10209096807530906_6315625450704123921_n

Waduh, itu kaki kenapa nongkrong di atas jok mobil?

Senang sekali melihat hewan-hewan itu berebutan makanan, apalagi para ikan yang sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Eh, ada tragedi juga saat memberi minum susu kepada kambing. Kambing-kambing ini berebutan dengan sangat atraktif. Mulai dari berusaha menjulurkan lehernya sepanjang mungkin, lalu berdiri ingin memanjat kandang setinggi mungkin, hingga tersulut emosi saling menanduk dan akhirnya berhasil merebut botol susu dari anakku. Hua… dia minum sendiri susunya!

13645253_10209096809890965_1417421080980363466_n

Yang tak kalah menyenangkan adalah anak-anak semakin meningkat teknik berkudanya hingga lebih dari separuh perjalanan bisa mengendarai kuda tanpa dipegangi petugas.

Di sana Opung kembali dibuat menahan liur melihat terung ungu. Karena di daerah tempat tinggalnya, ketersediaan terung ungu di pasar bersifat musiman. Niat hati ingin membeli benih terung ungu, apa daya ternyata persediaannya kosong. Jadilah beliau membeli benih cabai dan bibit sirih sebagai buah tangan. Sedangkan anak-anak memilih aneka camilan seperti lapis talas, bolu dan brownies serta tanaman bunga krisan untuk dibawa pulang. Dan suamiku yang tergiur melihat sekarung beras organik dengan harga tidak terlalu mahal itu pun membelinya.

Gaya Hijab Nadia

Oya, saat jalan-jalan ini, Nadia tetap aktif dalam gayanya. Dia memilih sendiri padanan busana yang dipakai. Gamis dengan warna lolipop jahitan Nenek dipadu dengan kerudung kuning muda berhias kain bermotif bunga dengan warna yang tanpa sengaja senada dengan warna gamisnya. Dia juga mengenakan ciput pink yang ditampakkan sebagai aksen. Ditambah selembar kain putih di atas kerudungnya, dilekatkan dengan salah satu bros pink buatannya di sisi kanan yang aplikasi bunganya ternyata juga senada dengan warna gamisnya. Tambahan kain putih ini dia tiru dari video kisah para Nabi hehehe… Sayang ya brosnya tidak tampak dalam foto.

13754354_10209096805530856_4877569798537461302_n

13131404_10208414861242675_8858063444207907595_o (1)
Bros paling depan yang dibuat dari tutup botol plastik inilah yang dipakai Nadia

Hari Terakhir

Tak terasa hampir seminggu kami menghabiskan waktu bersama. Acara santai yang kami pilih kali ini benar-benar menonton bersama lho, dan yang ditonton betul-betul adalah film. Film apakah itu? Film dengan genre favoritnya anak-anak dan Opung, yaitu kisah para Nabi. Hehehe…

Tak disangka, tetangga depan rumah mengetuk pintu dan mengantarkan kue buatannya untuk kami. Rupanya, Nenek beberapa hari lalu membagikan sebagian masakannya kepada mereka, sehingga sore itu tetangga pun membalasnya sambil mengembalikan mangkuk. Alangkah banyak budi baik yang ditanam Opung dan Nenek.

13680615_10209113510828478_9080743764000943574_n

Opung dan Nenek Pulang

Tibalah saatnya kita berpisah. Opung dan Nenek bersiap pulang hari ini. Rupanya beliau berdua berniat pulang diam-diam tanpa sepengetahuan cucu-cucunya, karena tidak tahan jika ada yang merengek tidak boleh pulang atau ingin ikut. Maka, Opung dan Nenek berencana pulang saat anak-anak belajar di sanggar.

Anak-anak antusias bersiap sejak pagi karena sudah merasa bahwa Opung dan Nenek akan pulang hari ini. Mereka ingin ikut mengantar. Mereka asyik bermain petak umpet sambil menunggu Opung dan Nenek berkemas. Sayangnya, mereka harus menurut rencana orangtua untuk berangkat ke sanggar lebih dulu.

13873094_10209118784920327_2373995830606196070_n

Sepulangnya, mereka mencari Opung dan Nenek. Dengan sedikit penjelasan, mereka pun mau mengerti bahwa.Opung dan Nenek harus pulang dan kita belum bisa ikut ke sana.

Alhamdulillah atas segala nikmat-Nya. terimakasih banyak ya buat adik dan kakakku yang sudah membantu dan membiayai keberangkatan Opung dan Nenek ke sini sehingga kami bisa menghabiskan waktu dengan kebersamaan nan menggembirakan. Itulah cerita Lebaran asyik kami. Bagaimana cerita lebaran asyikmu?

Bagaimana pun kita merayakan hari raya Idul Fitri ini selepas berpuasa di bulan Ramadan, hendaknya kita tidak lupa dengan tujuan dari diwajibkannya berpuasa di bulan suci tersebut, yaitu agar kita menjadi insan yang bertakwa. Bertakwa artinya menjalankan seluruh peritah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Semoga setelah kita melewati momen bulan Ramadan dan Idul Fitri ini kita semakin bersegera dalam memenuhi seruan dari Allah dan tunduk pada aturan-Nya dalam kehidupan sehari-hari sebagai pribadi, hamba Allah maupun bagian dari masyarakat.

Nah, bagi saudari-saudari muslimahku nan tercinta ada event seru nih untuk mengangkat kesadaran umat Islam khususnya muslimah untuk memakai hijab mereka tanpa takut dianggap tidak menarik. Catat ya infonya:

Nama Acara : Hari Hijaber Nasional
Waktu : 07 Agustus 2016 – 08 Agustus 2016
Tempat : Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat

Semoga acara ini mendorong kita untuk senantiasa berpakaian sesuai syariat demi meraih ridha Allah semata. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s