Tandem Nursing While Fasting

12022530_10153584512882910_7087561401016811876_o

Halo, Ibu-Ibu. Bagaimana puasanya kemarin? Yang hamil, yang menyusui, kuatkah berpuasa? Ya, ada keringanan bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan jika dipandang tidak mampu atau membahayakan ibu dan/atau anaknya. Karenanya, ada baiknya konsultasikan dulu kondisi Ibu ke dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa. Jika dokter menyatakan kondisi aman untuk berpuasa, maka kita tinggal mengusahakan agar bisa menjalani puasa ini dengan sehat tanpa membahayakan diri kita maupun anak kita.

Alhamdulillah, tahun ini saya kembali melaksanakan ibadah puasa Ramadan sebulan penuh dalam keadaan menyusui 2 anak. Bagaimana bisa?

Insya Allah bisa. Karena walaupun ibu tidak makan selama belasan jam, komposisi ASI akan tetap sama kualitasnya dengan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan mengambil cadangan zat-zat gizi (karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral) dari simpanan dalam tubuh ibu untuk memproduksi ASI. Setelah berbuka, kembali ibu mendapat pengganti dari zat-zat gizi yang diambil tadi, sehingga ibu tetap terpenuhi nutrisinya untuk beraktivitas serta mempertahankan kesehatan tubuhnya dan bahkan masih bisa menyimpan kelebihan zat gizi dalam tubuh untuk produksi ASI selanjutnya. Komposisi ASI baru akan berkurang pada ibu yang menderita kurang gizi berat. Karena itu artinya terdapat komponen zat gizi yang tidak tersedia untuk memproduksi ASI yang lengkap.

Dengan kata lain, jika ibu  menyusui mengalami kekurangan asupan nutrisi, maka yang lebih dulu merasakan dampaknya adalah Sang Ibu, bukan anaknya. Ibu mungkin akan mengalami pusing, pandangan berkunang-kunang, kelelahan yang amat sangat atau dehidrasi sementara produksi ASI tetap normal dan mencukupi kebutuhan anak. Jika alarm tubuh  mengisyaratkan harus berhenti puasa, tidak usah terlalu memaksakan diri ya, Bu.

Nah, untuk menghindari kekurangan asupan nutrisi saat menyusui (berlaku juga saat sedang hamil), berikut ini adalah hal-hal yang saya usahakan selama berpuasa:

1. Cukup istirahat

Wajar saja jika orang berpuasa merasa lemas, apalagi ibu menyusui. Beristirahat yang cukup tentu sangat dibutuhkan ibu menyusui. Selain untuk menyegarkan badan juga menyegarkan pikiran. Istirahatnya bisa dengan cara tidur, melakukan kegiatan santai yang disenangi atau pun sekadar beralih dari satu kesibukan menuju kesibukan yang lain agar tidak terjebak pada kejenuhan. Sstt… menyusui juga bisa menjadi sarana beristirahat lho, Karena dengan menyusui, hormon oksitosin akan diproduksi dan memberi efek menenangkan bagi ibu. Jadi, menyusui bukanlah halangan bagi seorang ibu untuk Berpuasa. Bahkan dengan menyusui, ibu bisa merasa lebih nyaman menjalani puasanya.

2. Penuhi kebutuhan cairan

Saat berpuasa, cairan tubuh berkurang 2-3%. Mulai dari berbuka hingga sahur, usahakan minum air putih sebanyak 2 liter atau setara dengan 8 gelas. Air putih sebanyak 8 gelas ini bisa dibagi konsumsinya dengan minum satu gelas masing-masing saat berbuka, setelah shalat maghrib, setelah makan menu buka puasa, setelah shalat tarawih, sebelum tidur, bangun tidur, sesudah sahur dan menjelang Subuh. Kalau saya pribadi sih, baisanya mengkonsumsi lebih dari itu. Mungkin karena menyusui 2 anak ya. Ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti kuah sup, juice buah, air madu dan susu. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

3. Gizi seimbang

Ibu menyusui membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori per hari, 500 kalori diambil dari makanan dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh. Makanan pembuka saat berbuka puasa seperti semangkuk kolak pisang atau segelas es cendol sudah mengandung 280-300 kalori. Maka 2 porsinya sudah bisa memenuhi kebutuhan akan tambahan kalori tadi. Pantas saja ya saya sering merasa ingin menambah lagi menu takjil? Hehehe…

Di samping itu, tentu saja penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Jadwal makan 3x sehari selama berpuasa dapat dibagi pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur malam. Ibu juga dapat menambah frekuensi makan asalkan tidak mengganggu kenyamanan tidur. Sedangkan komposisi nutrisi seimbang yang ideal bagi ibu menyusui terdiri dari 20% lemak, 30% protein, 50% karbohidrat tak lupa vitamin dan mineral dalam setiap menunya.

Asupan vitamin dan mineral cukup penting agar tubuh tidak cepat lelah. Menjelang imsak, dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks dan makanan yang tinggi serat, seperti buah, untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hindari makan dan minuman yang banyak mengandung gula saat sahur. Karena hal tersebut hanya akan membuat kuat dalam waktu singkat lalu lemas dan lapar saat menjelang siang.


Bicara soal buah pasti Sunpride yang langsung terlintas dalam benakku. Dan yang paling teringat jika bicara tentang Sunpride adalah buah… pisang! Hahaha… Sama ya? Dan pisang yang dimaksud adalah jenis pisang… cavendish! Hahaha… Sama lagi kan? Memang pisang cavendish milik Sunpride ini sudah populer sekali ya terutama bagi masyarakat perkotaan yang memiliki akses ke supermarket atau pun hipermarket. Banyak yang mengira pisang jenis ini adalah pisang impor karena penampilannya yang berbalut kulit nan mulus. Padahal, ternyata pisang ini asli produk Indonesia, tepatnya hasil perkebunan yang berlokasi di Lampung lho. Selain pisang cavendish, Sunpride juga memiliki varian pisang mas.

Pisang ini memang buah nan dahsyat. Selain memiliki kandungan vitamin dan mineral sebagaimana buah lainnya, keistimewaannya terdapat pada sumbangan kalori yang diberikan. Membuatnya cocok dijadikan salah satu pilihan menu sehat pengganjal lapar.

Eh, tapi jangan salah lho. Sunpride tidak hanya memiliki pisang sebagai produknya. Namun juga ada buah naga, jeruk, jambu, pepaya, mangga, nanas, melon, kiwi dan pir. Ada yang merupakan produk dalam negeri maupun luar negeri. Kamu suka yang mana?

Tiap buah tentu memiliki khasiatnya tersendiri. Usahakan untuk mengkonsumsi buah secara variatif setiap harinya ya. Agar kita memperoleh manfaat yang lengkap dari masing-masing buah. Mari lengkapi nutrisi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s