Kisah Seorang Putri

Umi, makanan kita seperti makanan surga. Aku tidak lapar setelah memakannya. [Ummu Syuhada’ An-Nahdhiyah]

12814275_10208024806371547_6024425680185242518_n

Anda tidak perlu googling untuk tahu siapa pemilik nama di atas. Karena dia bukanlah seseorang yang terkenal. Dia hanya seorang gadis berusia 10 tahun. Ya, dia adalah putri sulungku. Kalimat ajaib itu meluncur dengan lembut dari bibirnya saat aku menanyakan keadaannya menjelang buka puasa kemarin.

Terkesima memang saat mendengar jawabannya. Gegap gempitanya rasa tak terungkapkan dengan kata. Antara kaget, takjub, haru, syukur, malu… campur aduk jadi satu. Ah, alangkah sejuknya kalimat itu. Memberiku kelegaan luar biasa karena rasa cukup yang disampaikannya dengan makanan yang kuhidangkan selama ini. Bahkan ketika dia hanya makan saat buka puasa dan sahur. Kalimat ini juga mengungkapkan betapa melekatnya gambaran surga dalam benaknya,.Gambaran kampung halaman yang sangat kita rindukan sebagai tempat kembali.

Memiliki putri sulung seperti Nadia, nama panggilannya, memang anugerah besar. Ia tumbuh menjadi anak yang periang, selalu tertarik untuk mengenal orang dan hal-hal baru, serta rasa empati yang tinggi pada sekitarnya. Dia rajin membantu orangtuanya, merawat dan mendidik adik-adiknya, serta belajar tentang apa saja.

Nadia sangat suka membaca. Bacaan kegemarannya selain Alquran adalah kisah-kisah Nabi, para shahabat dan orang-orang shalih. Dia sering menghabiskan waktu luangnya dengan membaca saat semua pekerjaan rumah telah selesai, pelajarannya sudah usai dan adik-adiknya lebih suka bermain sendiri.

13335586_10208684723829071_7684869878027439959_n

Dia juga suka menceritakan kembali kisah-kisah yang dibacanya itu pada orang-orang yang ditemuinya. Kagum juga mengetahui ingatannya terhadap detil nama dan tempat serta urutan peristiwa. Dia akan bercerita dengan improvisasi intonasi dan gaya yang entah ditirunya dari mana. Sangat membantu menghidupkan isi kisah yang disampaikannya.

Tokoh idolanya tentu Rasulullah shalallahu ‘alayhi wassallam. Kemarin, iseng aku bertanya padanya, “Kak, kenapa sih kamu mengidolakan Rasulullah?” tanyaku.

Jawabnya, “Karena Beliau sangat tampan.” Gedubrak! “Aku rasanya sudah jatuh cinta. Aku ingin sekali bertemu dengannya di surga.”

“Aamiin… Jadi kamu cinta pada Rasulullah karena Beliau tampan?”

“Mmm… ya… itu juga sih. Tapi sebenarnya karena Beliau menerima wahyu. Beliau suka baca Alquran, aku pun suka baca Alquran.”

“O, begitu…”

Begitulah anak-anak, kadang ucapannya memang bikin spot jantung hahaha…

Oh, Putriku. Bahagia rasanya melihatnya berjalan di jalur yang benar sejak dini. Semoga Allah meneguhkan langkahnya untuk senantiasa berada di atas petunjuk-Nya. Dan semoga Allah mengabulkan harapannya untuk bertemu dengan Rasulullah, kecintaannya, di surga kelak. Aamiin.

Anda ingin membaca lebih banyak tentang Rasulullah? buku Kisah Hebat Nabi Muhammad bisa dibeli di MatahariMall.com

Advertisements

2 thoughts on “Kisah Seorang Putri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s